INILAH.COM, Jakarta - California melarang penjualan TV plasma untuk mengurangi konsumsi energi listrik. Namun larangan itu ditentang dengan asalan malah akan menimbulkan biaya besar.
Larangan itu akan menimbulkan kerugian US$ 50 juta per tahun dari pajak penjualan karena konsumen akan membeli TV itu secara online atau di wilayah lain.
"Pada saat negara bagian California sedang menghadapi krisis uang terburuk dalam sejarah, ini akan menjadi bencana," kata Jennifer Bemisderfer, seorang juru bicara Consumer Electronics Association, yang melobi melawan larangan itu.
Komisi Energi California melarang TV plasma ukuran 58 inci atau lebih kecil dan merupakan negara bagian pertama di AS yang melakukan itu. Larangan itu muncul setelah dua tahun perdebatan mengenai biaya listrik dan akan diberlakukan pada tahun 2011.
Ketua Komisi Karen Douglas mengatakan peraturan baru ini akan menghemat US$ 8,1 miliar energi listrik.
"Pemenang sebenarnya dari efisiensi energi TV ini adalah konsumen California, yang akan menghemat miliaran dolar dan konservasi energi sekaligus mempertahankan pilihan mereka untuk membeli berbagai ukuran atau jenis TV," kata Douglas.
"California membeli empat juta televisi setiap tahun dan mereka layak mendapatkan model energi paling efisien yang tersedia."
Consumer Electronics Association berbasis di Virginia yang mewakili 2.000 produsen, pengecer dan pemasok, memperkirakan kerugian US$ 50 juta. Asosiasi itu juga memperingatkan larangan itu bisa menghilangkan 4.000 pekerjaan di California.
California mengkonsumsi seperempat pasar TV plasma, kata Bemisderfer.[ito]