Minggu, 27 Mei 2012 | 12:12 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pengamat: 2010 Investasi di Pasar Modal Menjanjikan
Headline
inilah.com/Dokumen
Oleh: Agustina Melani
web - Minggu, 22 November 2009 | 11:55 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Fundamental perekonomian Indonesia yang diprediksikan masih tetap bagus pada 2010 berdampak positif pada investasi di pasar modal.
Hal itu disampaikan Direktur First State Invesment Putut Endro Andanawarih kepada INILAH.COM, pekan lalu. "Indonesia memberikan bukti pertumbuhan ekonomi lebih baik di antara negara berkembang sehingga akan ada dana asing yang masuk ke Indonesia," ujar Putut.
Menurutnya, Indonesia memiliki fundamental perekonomian baik dengan deposito dan suku bunga obligasi paling tinggi di Asia setelah Pakistan.
Lebih lanjut ia mengatakan, pertumbuhan investasi di pasar modal khususnya reksadana pun pasti akan tumbuh. "Dana pihak ketiga masih tinggi, suku bunga masih 6,5% sehingga investor masih mencari alternatif investasi termasuk reksadana," tutur Putut.
Menurut Putut, agar investasi di pasar modal seperti saham dan reksadana tetap tumbuh diperlukan edukasi kepada masyarakat. Konsep investasi seperti menabung pun bisa diterapkan dalam pasar modal. Selain itu, investor perlu mengetahui mengenai volatilistas di pasar modal. "Sering orang berpikir investasi di saham dan reksadana harus memerlukan dana yang besar. Ke depan, konsep investasi bisa seperti menabung. Jadi kita bisa berinvestasi di reksadana seperti menabung," jelas Putut.
Putut meramal, harga saham pada 2010 bisa tumbuh 15 persen hingga 20 persen seiring pertumbuhan perusahaan di Indonesia. Menurutnya, reksadana saham dan campuran menjadi alternatif investasi reksadana pada 2010.
Chief Research Officer Capital Price Roy Sembel mengatakan, bila seseorang ingin berinvestasi harus mencocokkan jangka waktu investasi dengan instrumen yang ada. Misal, kalau ingin berinvestasi pada jangka pendek bisa di reksadana pasar uang dan ORI. Untuk jangka menengah, reksadana terproteksi dan reksadana pendapatan tetap. Sedangkan jangka panjang bisa di reksadana saham dan saham. Ia menyarankan, investor harus melakukan analisa terhadap diri sendiri, tujuan investasi dan strategi investasi. "Setiap individu berbeda-beda dalam berinvestasi sehingga perlu ada proses belajar dan implementasi," ujar Roy.
Roy menambahkan, investor sebaiknya menyiapkan dana darurat untuk mengantisipasi kepanikan ketika berinvestasi. Menurut Roy, sebagian besar orang investasi terbesarnya pada properti. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.