INILAH.COM, Jakarta - Menteri Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan, permasalahan pasokan listrik merupakan masalah klasik yang kerap kali menjadi bahasan pemerintah.
"Kita kan ingin elektrifikasi naik, listrik harus terpenuhi untuk jaga pertumbuhan. Ini klasik, yang selalu didiskusikan dengan DPR," papar Menko Perekonomian Hatta Rajasa, dalam bincang-bincang bersama Forum Diskusi Wartawan Ekonomi dan Moneter (Forkem), akhir pekan lalu di kantornya.
Hatta menjelaskan, secara fundamental pemerintah harus menurunkan biaya pada powerplant dengan menggunakan substitusi dari energi primer yang mahal. Namun di sisi lain, pemerintah masih belum memastikan akan menaikkan tarif dasar listrik (TDL).
"Kemampuan PLN terbatas karena harga jual PLN lebih rendah daripada ongkos produksi, jadi harus ada subsidi. Di sisi lain, untuk menaikkan TDL, ada dua poin yaitu rakyat dilihat dari daya beli dan industri dilihat dari daya saing dengan negara tetangga," paparya.
Menko mengungkapkan, pihaknya beserta PLN hingga kini masih melakukan perhitungan terkait penyediaan listrik tersebut. "Perkembangan (program) rata-rata sudah 60 persen. Dari 19 program tim ekonomi, yang menjadi prioritas adalah sektor energi terutama sektor kelistrikan yang saat ini dalam kondisi darurat," pungkasnya. [mre/hid]