INILAH.COM, Jakarta - Pengamat Politik Universitas Indonesia, Arbi Sanit meragukan Presiden SBY menjalankan rekomendasi Tim 8. Hal itu sangat berpotensi menjatuhkan posisi SBY.
"Saya pesimis, Presiden SBY akan menerima rekomendasi tim 8 besok," ujarnya dalam acara diskusi yang digelar di Warung Daun Cikini, Jakarta, Minggu (22/11). Saat ditanya lebih jauh dari mana dirinya bisa merasa demikian, Arbi mengatakan hal itu terlihat dari gaya yang ditampilkan SBY selama ini.
"Kalau dilihat gayanya selama ini dia gak berani, tapi kalau tidak mau dijatuhkan ya harus bertindak," ujar Arbi.
Lebih jauh pengamat politik itu juga mengatakan kejatuhan Presiden bisa terjadi saat dirinya mengabaikan saran yang diberikan oleh tim 8. "Kemungkinan dia jatuh kalau dia mengabaikan saran Tim 8 yang akan ditangkap oleh masyarakat, lalu masyarakat tidak puas, itu poin dasarnya," jelas Arbi.
Selain itu dirinya juga mengatakan, kalau presiden tidak pertimbangakan opini masyarakat bukan tidak mungkin akan terjandinya chaos. "Ini sejarah, idulu soeharto juga begitu," kata Arbi Sanit.
Selain mengabaikan rekomendasi, kejatuhan SBY juga bisa dikarenakan masalah Century. "Selain karena rekomendasi, bisa juga karena century, kalau PPATK buka data dan terungkap ada dana century yang pergi ke dana kampanye, itu bisa, bisa-bisa juga bisa di perkarakan," tandasnya. [mut]