INILAH.COM, Jakarta Saham PT Bumi Resources (BUMI), Senin (23/11) diprediksikan menguat terbatas seiring sentimen positif dari pembayaran 10% divestasi Newmont. Buy on weakness (BoW)!
Gina Novrina Nasution, riset analis dari Reliance Securities mengatakan, potensi penguatan terbatas saham BUMI hari ini karena masih mendapat sentimen positif dari selesainya satu tahap penjualan saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). PT Multi Daerah Bersaing menyetor uang pembayaran 10% divestasi saham NNT senilai US$391 juta.
Pihak NNT sendiri, sudah menerima bukti, Multi Daerah telah mentransfer uang ke rekening Newmont International Limited (NIL) di Citibank , New York , dan rekening milik Nusa Tenggara Mining Company (NTMC) di Mitsui Bank, Jepang. Keduanya adalah pemilik NNT. Uang itu dikirim dari Bank Mandiri Singapura. Si pengirim adalah BUMI.
Karena itu, BUMI akan menguat terbatas ke level resistance 2.950 dan 2.625 sebagai level support-nya, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (22/11) sore.
Pada perdagangan Jumat (20/11), saham BUMI ditutup menguat Rp200 (7,61%) menjadi Rp2.825 dibandingkan sebelumnya pada level Rp2.625. Harga tertingginya mencapai Rp2.825 dan terendahnya Rp2.650. Sedangkan volume transaksi mencapai 605,6 juta unit saham senilai Rp1,6 triliun dan frekuensi 16.587 kali.
Selain itu, BUMI juga masih terpengaruh positif oleh Multi Capital yang sudah menyiapkan dana pembelian divestasi 14% lagi saham NNT. "Yang menyiapkan dana untuk pembelian 14% saham divestasi Newmont ini adalah Multi Capital, ujarnya. Untuk membeli divestasi 14% saham Newmont ini, Multi Capital harus menyediakan dana US$493,6 juta.
Sekadar catatan, 10% saham NNT ini merupakan porsi divestasi periode 2006-2007. Setelah itu, Newmont masih harus menjual 14% saham NNT sebagai porsi divestasi periode 2008-2009, dan 7% porsi 2010. Jadi, total saham divestasi NNT 31% yang saat ini masih menunggu keputusan pemerintah pusat, paparnya.
Sementara itu, Gina memperkirakan penguatan saham BUMI hari ini akan mampu mempertahankan indeks di teritori positif meski indeks Dow Jones dan Eropa secara umum melemah. Indeks akan bergerak menguat ke arah level Rp2.500.
Pasalnya, penguatan BUMI diikuti juga dengan kenaikan saham-saham lain seperti PT Adaro Energy (ADRO), PT Telkom (TLKM), dan PT Perusahaan Gas Negara (PGAS). Indeks juga mendapat topangan dari penguatan nilai tukar rupiah ke arah level 9.300-an, ungkapnya.
Namun demikan, lanjut Gina, setelah BUMI menguat ke arah level resistance Rp2.950, saham ini akan begerak konsolidasi dalam kisaran support Rp2.400 dan Rp2.950 sebagai level resistance-nya sepekan ke depan. Pasar masih menunggu sentimen baru dan laporan keuangan BUMI untuk triwulan ketiga tahun ini, imbuhnya.
Untuk itu, Gina merekomendasikan buy on weakness (BoW) untuk BUMI baik hari ini maupun untuk sepekan ke depan. Target BUMI, Rp 3.500 di akhir tahun 2009 ini, pungkasnya. [mdr]