inovasi portal berita
Jumat, 10 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,910.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Dana Revitalisasi Pabrik Gula Rp8 Triliun

Headline
Mustafa Abubakar
Oleh: Ahmad Munjin
Senin, 23 November 2009 | 12:21 WIB
INILAH.COM, Jakarta Untuk merevitalisasi pabrik gula, pemerintah sudah menyediakan dana sebesar Rp8 Triliun untuk membangun 10 pabrik baru kapasitas produksi 15 ribu ton per unit.

Realisasi pabrik gula, kita berharap, revitalisasi itu konsepnya kita matangkan secara menyeluruh dengan menteri perindustrian dan menteri perdagangan, kata Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar usai melantik Sutarto Ali Muso menjadi Dirut Perum Bulog, di Gedung Bulog, Jakarta, Senin (23/11).

Menurutnya, ketersedian dana di perbankan untuk revitalisasi pabrik gula saat ini diupayakan untuk dua hal. Salah satunya adalah pabrik gula yang memerlukan perbaikan akan diperbaiki, terutama di PTPN-PTPN, dan sudah ada yang mulai on going, ujarnya.

Selain itu, dana itu akan digunakan untuk membangun pabrik gula baru. Pabrik gula baru itu direncanakkan dalam hitungan awal sekitar 10 unit dengan kapasitas produksi 15 ribu ton per unit, paparnya.

Namun demikian, Menneg menegaskan hal ini baru konsep awal dan bukan suatu hal yang final. Menurutnya, konsep ini ke depan akan diusahakan mulai bergulir dalam bentuk kerjasama antar departemen. Kami dengan departemen perindustrian, dengan departemen perdagangan, sudah mulai membicarakan itu, imbuhnya.

Nantinya, akan dijadikan format yang standar dalam koordinasi Menko Perekonomian. Total invetasi yang ada dana di perbanakan sekarang, antara Rp7-8 triliun, imbuhnya.

Di sisi lain, kepada Dirut Bulog baru yang baru, pihaknya sudah memberikan kontrak kinerja dengan target tertentu yang harus dicapai dalam 100 hari, harus dicapai dalam satu tahun, dan yang harus dicapai dalam lima tahun. Hanya saja, konsep kotrak kinerja ini, tidak kita umumkan kepada publik, ucapnya.

Konsep kontrak kinerja ini, menurutnya, menjadi bahan kepada Dewan Pengawas untuk menilai kinerja. Produktivitasnya akan diukur baik dari sisi kurun waktu maupun dari segi nominal, pungkasnya. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.