INILAH.COM, Seoul - Saham di Bursa Asia mixed Senin (23/11) setelah pelemahan Wall Street sehingga investor tiarap akibat data ekonomi AS yang menunjukkan lambatnya pemulihan ekonomi AS. Perdagangan tetap terkendali dan pasar keuangan Jepang ditutup karena liburan nasional. Harga minyak di atas US$78 per barel, sementara dolar menguat terhadap yen dan melemah terhadap euro.
Indeks Hang Seng

Hong Kong naik 140,15 poin (0,6%) ke level 22.588,44, sementara Kospi

Korea Selatan turun 2,72 (-0,2%) ke level 1.617,88.
Begitu juga indeks Australia naik 0,6% dan Shanghai

China naik 0,1%. Bursa juga turun di pasar Indonesia, Malaysia, Thailand, New Zealand, dan Filipina.
Investor berhati-hati karena akan datang serangkaian angka-angka di ekonomi terbesar dunia yang diperkirakan melamban, termasuk revisi pertumbuhan PDB pada kuartal ketiga. Para analis memperkirakan pertumbuhan akan lebih rendah di 3,5%.
Selian itu investor jug amenunggu keluarnya laporan penjualan rumah, pengangguran, kepercayaan konsumen dan permintaan tiket besar-barang manufaktur pekan ini. "Seluruh dunia lagi menunggu menonton untuk melihat data konsumen AS yang akan keluar pekan ini dan data pengeluaran AS," ujar Jackson Wong, Vice President Tanrich Securities di Hong Kong.
Mereka juga fokus ke dolar, di tengah suramnya bisnis Dell dan rencana Bank Sentral Eropa yang mulai mengekang program stimulusnya.
Para investor cenderung memilih berinvestasi di mata uang AS dan emas ketika mereka melihat aset lain seperti saham pasar berkembang dan komoditas telah menjadi terlalu berisiko.
Saham-saham di Bursa Asia umumnya telah naik secara dramatis dari penurunan sejak Maret. [cms]