INILAH.COM, Jakarta - Pergerakan IHSG
pada perdagangan Senin (23/11) ditutup turun 5,9 poin (0,24%) di level 2.481,42 karena masih minimnya sentimen sehingga investor melakukan ambil untung. Hal itu dikatakan analis saham First Asia Capital, Bayu Aji kepada
INILAH.COM Senin (23/11). "Koreksi lebih didominasi karena aksi ambil untung pada saham Bumi Resources Tbk (BUMI) yang mempengaruhi investor untuk melakukan aksi jual pada saham yang lain," katanya.
Hal ini dilakukan setelah tidak adanya sentimen positif yang masuk ke pasar sehingga mengubah arah pergerakan IHSG. Meskipun di bursa regional berada di zona positif walaupun sangat tipis.
Volume perdagangan mencapai 7 miliar unit saham senilai Rp3,9 triliun dengan 69 saham naik, 106 saham turun serta 69 saham stagnan. Untuk LQ45

turun 1,4 poin ke 489,81 dan Jakarta Islamic Index (JII)

turun 0,3 poin ke 410,19.
Untuk saham-saham yang naik antara lain Multi Bitang Indonesia (MLBI) naik Rp20.000 ke Rp170.000, Goodyear Indonesia (GDYR) naik Rp600 ke Rp9.800, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp400 ke Rp27.150, Gudang Garam (GGRM) naik Rp400 ke Rp17.100, Tambang batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp350 ke Rp15.900.
Sedangkan untuk saham-saham yang turun antara lain Indocement Tunggal Prakasa (INTP) turun Rp300 ke Rp11.600, Try Polyta Indonesia (TPIA) turun Rp[150 ke Rp2.825, Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) turun Rp150 ke Rp6.050, United Tractors (UNTR) turun Rp150 ke Rp15.450, Inti Agri Resources (IIKP) turun Rp120 ke Rp430, Astra International (ASII) turun Rp100 ke Rp33.150, Bumi Resources Tbk (BUMI) turun Rp75 ke Rp2.750. [hid/cms]