Minggu, 27 Mei 2012 | 12:19 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Penutupan IHSG
BUMI Kerek Bursa Turun
Headline
inilah.com /Agung Rajasa
Oleh: Asteria
web - Senin, 23 November 2009 | 17:01 WIB
INILAH.COM, Jakarta Di awal pekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak mampu melawan tekanan bursa eksternal yang bergerak negatif. Koreksi saham BUMI pun menambah beban penguatan bursa.
Pada perdagangan Senin (23/11), IHSG ^JKSE ditutup melemah 5,949 poin (0,24%) ke level 2.481,416. Indeks LQ 45 ^JKLQ45 turun 1,456 poin (0,30%) ke level 489,811 dan indeks JII ^JKII turun 0,07% ke 410.19
Setelah dibuka menguat 0,26% ke level 2.494, negatifnya bursa AS membawa IHSG tertekan hingga pada sesi siang bertengger di angka 2.473. Namun, saham sektor tambang dan konsumsi mulai beraksi menjelang penutupan, dengan berbalik menguat. Hal ini berhasil meredam koreksi indeks hingga ditutup di 2.481, meski tetap di zona negatif.
Seorang pengamat bursa mengatakan, IHSG terkoreksi menyusul melemahnya Wall Street akhir pekan lalu dan harga minyak yang relatif masih rendah. Meskipun bursa regional tidak terlalu merespon, namun IHSG terkena imbasnya. Indeks melemah karena sudah lebih dari seminggu bergerak berturut-turut naik signifikan, tuturnya.
Hampir semua sektor melemah, kecuali sektor konsumsi dan tambang yang berhasil membukukan penguatan. Sektor industri dasar dan perdagangan memimpin koreksi sebesar 0,9%, infrastruktur melemah 0,8%, perkebunan merosot 0,4%, aneka industri dan finansial turun 0,3% dan sektor manufaktur 0,04%.
Saham PT Bumi Resources (BUMI) mendominasi perdagangan, dengan nilai transaksi mencapai Rp1,57 triliun, atau 35,6% dari total transaksi hari ini. Adapun BUMI ditutup turun Rp 75 menjadi Rp 2.750.
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup moderat dengan volume transaksi 7,430 juta lembar saham senilai Rp 4,407 triliun dan frekuensi 92.707 kali. Sebanyak 69 saham naik, 106 turun dan 69 stagnan.
Beberapa emiten yang melemah antara lain PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) terkoreksi Rp300 di posisi Rp11.600, PT United Tractors (UNTR) turun Rp150 ke level Rp15.450, PT Astra International (ASII) turun Rp100 menjadi Rp33.150, turun Rp150 menjadi Rp15.450, dan PT Gas Negara (PGAS) turun Rp75 menjadi Rp3.800.
Sedangkan emiten-emiten yang menguat antara lain PT Bukit Asam (PTBA) naik Rp350 ke Rp15.900, PT Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp400 menjadi Rp27.150, PT Adaro Energy (ADRO) naik Rp 70 ke Rp 1.770, PT Gudang Garam (GGRM) naik Rp 400 menjadi Rp 17.100, dan PT Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 100 ke Rp 22.750.
IHSG melemah di tengah bursa regional yang bergerak mixed cenderung menguat. Indeks Komposit Shanghai naik 30,32 poin (0,92%) ke level 3.338,66, indeks Hang Seng naik 315,55 poin (1,41%) ke level 22.771,39. Indeks KOSPI melemah 1,55 poin (0,10%) ke level 1.619,05 dan indeks Straits Times naik 32,79 poin ke level 2,794,33. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.