INILAH.COM, Jakarta - Sebuah geng penjahat tahun lalu berhasil mencuri uang di lebih 2.100 ATM. Mesin itu setidaknya terdapat di 280 kota di AS, Kanada, Italia, Hong Kong, Jepang dan Rusia.
Serangan itu dikoordinasikan oleh tiga orang Eropa Timur berusia 20 tahunan yang tidak disebutkan namanya dan hanya disebut Hacker 3.
Individu-individu ini dikenakan tuntutan awal bulan ini menyusul penyelidikan yang melibatkan FBI, agen-agen federal lain dan badan-badan internasional.
Salah satu dalang, seorang Moldova berusia 28 tahun yang menemukan kerentanan di jaringan prosesor kartu kredit utama di Atlanta.
Ia bekerja sama dengan orang lain di Estonia dan Rusia mengeksploitasi kelemahan itu, dan mereka mampu menghasilkan kode PIN dan meningkatkan batas penarikan kartu debit prabayar yang sering digunakan sebagai pembayaran oleh perusahaan kepada karyawan.
Mereka kemudian mengkloning kartu ini dan mengirim bersama dengan PIN, kepada sekelompok kasir yang bertugas melakukan penarikan. Salah satu kelompok kasir menggunakan 44 kartu berhasil menarik US$ 9 juta.
Kelompok kasir ini mendapat 30% sampai 50% keuntungan dengan rekening berada di Eropa Timur. FBI yang mendapat laporan segera mengambil tindakan. [ito]