INILAH.COM, New York - Harga minyak menguat pada perdagangan Senin (23/11), seiring dengan perang di Irak yang melindungi kepemilikan nuklirnya. Irak merupakan negara kaya minyak.
Penguatan minyak juga dipicu oleh melemahnya nilai tukar dolar AS, yang membuat harga komoditas meningkat termasuk minyak dan emas.
Harga minyak untuk kontrak Desember naik 9 sen ke US$ 77,56 per barel berdasar New York Mercantile Exchange.
Senin ini, Irak mengerahkan angkatan udaranya untuk melindungi fasilitas nuklir yang dimilikinya, dari serangan Israel, seperti yang dilaporkan media elektronik.
Para analis menyatakan, perang yang terjadi di Irak membuat situasi Timur Tengah semakin memanas dengan harapan tidak akan berdampak buruk pada produksi minyak. Dan momen ini dimanfaatkan para investor untuk menanamkan dananya pada minyak.
Pada perdagangan Nymex, minyak cair naik 2,59 sen ke US$2,15 per galon. Harga gasolin naik 1,9 sen ke US$ 2 per galon dan harga gas alam naik 5,6 sen ke US$ 4,48 per 1.000 kaki kubik.
Di London, harga Brent naik US$ 1,12 ke US$ 78,32 pada ICE Futures. [mre/cms]