INILAH.COM, Jakarta - Ketua Bapepam-LK Ahmad Fuad Rahmany mengisyaratkan, size Bank Century tidak besar dan secara financial tidak menimbulkan risiko yang signifikan terhadap bank-bank lain, sehingga risiko sistemik lebih kepada dampak psikologis.
Demikain data yang berhasil diperoleh INILAH.COM, Selasa (24/11) yang memuat pendapat Bapepam-LK ketika menjawab pertanyaan Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KKSK) 21 November 2008 yang berlangsung pukul 00.15 WIB dini hari hingga 05.00 WIB.
Bapepam-LK pun menjawab dari sisi lain, apabila bank kecil saja dinyatakan dapat menimbulkan risiko sistemik, dapat menimbulkan persepsi bahwa perbankan Indonesia sangat rentan. Dari sisi pasar modal tidak sistemik karena saham Bank Century tidak aktif diperdagangkan.
Hal ini tertuang dalam notulen rapat KKSK bertuliskan 'Private&Conditional'. Notulen
tersebut ditandatangani oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur BI Boediono. Di situ terungkap adanya perdebatan dan penolakan sejumlah peserta rapat untuk membail out Century. Pejabat Departemen Keuangan, misalnya, tidak setuju atas pendefinisian bahwa Bank Century
sebagai bank gagal.
Pengambilan keputusan itu juga hanya dihadiri oleh Menteri Keuangan selaku Ketua KKSK, Gubernur BI, Ketua Bapepam-LK, Ketua dan anggaran Dewan Komisioner LPS serta Sekretaris KKSK. [san/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !