INILAH.COM, Jakarta Seiring sentimen negatif dari penerbitan kembali obligasi konversi senilai US$300 juta, akan menekan saham PT Bumi Resources (BUMI), pada Selasa (24/11). Rekomendasi hold untuk BUMI! Nico Simatupang, analis investasi PT GMT Aset Manajemen mengatakan, pelemahan
BUMI dipicu sentimen negatif dari aksi korporasi berupa penerbitan kembali obligasi.
Pasar mengkahwatirkan besaran utang perseroan dapat membebani kas BUMI.
Melalui anak usahanya Enercoal Resources, emiten ini akan menerbitkan obligasi konversi senilai US$ 300 juta. Obligasi ini berjangka waktu 7 tahun dengan kupon bunga 5%. Utang BUMI 2009 ini yang mencapai US$2,875 miliar, pada 2016 menjadi US$4,689 miliar.
Karena itu,
BUMI akan melemah ke level
support Rp2.500-2.400 dan Rp2.800 sebagai level
resistance-nya, katanya kepada Ahmad Munjin dari
INILAH.COM, di Jakarta.
Pada perdangan Senin (23/11), BUMI ditutup melemah Rp75 (2,65%) menjadi Rp2.750, dengan intraday Rp2.875 dan Rp2.675. Volume transaksi menacpai 565,2 juta unit saham, senilai Rp1,5 triliun dan frekuensi 15.307 kali. Berikut wawancara lengkapnya.
BUMI kembali berencana menerbitkan obligasi konversi senilai US$300 juta. Bagaimana pengaruhnya terhadap pergerakan emiten hari ini? Akan melemah. Obligasi itu kan tambahan utang yang artinya menjadi sentimen negatif. Melalui anak usahanya Enercoal Resources, BUMI akan menerbitkan obligasi konversi senilai US$ 300 juta. Semoga saja aset-aset yang dibeli perseroan segera berproduksi sehingga memberikan hasil bagi perusahaan ini.
Seberapa besar risiko utang BUMI tidak terbayar?Utang BUMI sangat berisiko. Di satu sisi perusahaan meminjam uang dalam jumlah besar, tapi pada saat bersamaan melakukan akuisisi. Seperti akuisisi Herald yang sampai saat ini belum berproduksi, dan baru 2011 akan menghasilkan produk.
Tapi, memang sudah ada beberapa perusahaan yang diakuisisi BUMI yang sudah berproduksi seperti Berau Coal dan PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Jika harga komoditas naik, sementara produksi anak usaha yang diakuisisinya juga naik, utang-utang BUMI bisa terbayar. Taruhan BUMI di harga batu bara, seng dan nikel seperti yang di Dairi itu.
Akan bergerak di kisaran berapa?BUMI akan melemah ke level
support Rp2.500-2.400 dan Rp2.800 sebagai level
resistance-nya.
Sampai kapan tren pelemahan BUMI?Kecenderungan pelemahannya akan terus berlangsung, seiring pengaruh emiten-emiten Grup Bakrie yang gencar berutang. Saat ini, hampir semua perusahaan Bakrie Group berutang misalnya UNSP (PT Bakrie Sumatera Plantations), dan ENRG (PT Energi Mega Persada) yang juga akan mengeluarkan obligasi. Bahkan, PT Bakrie and Brothers (BNBR) sendiri juga akan mengeluarkan obligasi.
Setelah isu utang reda, saham-saham
The Seven Brothers akan menguat kembali termasuk BUMI. Sentimen negatifnya akan berakhir jika investor melihat Grup ini tidak lagi perlu mengutang lagi. Misalkan BUMI baru lebih terpengaruh harga batubara yang kini naik ke level US$82 per metrik ton di New Castle.
Hari ini pun bisa saja BUMI menguat, karena kenaikan harga batu bara. Tapi menurut saya, BUMI masih akan melanjutkan pelemahan, tinggal tergantung seberapa besar efek tambahan utang itu terhadap pergerakan sahamnya. Dalam beberapa hal, atau kadang-kadang berita aksi korporasi BUMI tidak konsisten.
Lantas, apa rekomendasi Anda untuk BUMI?Saya rekomendasikan
hold untuk BUMI sambil melihat kepastian tambahan obligasinya itu karena semuanya belum benar-benar resmi sampai ujung. [ast]