Senin, 28 Mei 2012 | 16:42 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Sinyal Ketua DPR Soal Pro-Kontra Pidato SBY
Ada yang Mau Gulingkan SBY
Headline
Presiden SBY - inilah.com/Dokumen
Oleh: Vina Nurul Iklima
web - Selasa, 24 November 2009 | 11:42 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Bola sudah dilempar. Pidato Presiden SBY soal penyelesaian kasus hukum Bibit-Chandra di luar pengadilan telah memantul menjadi isu yang terbelah dua: pro dan kontra. Demokrat, partai penyokong utama Presiden, mencium gelagat penggulingan.

Marzuki Alie, Ketua DPR RI yang juga Sekjen Partai Demokrat, saat pertama kali dimintai tanggapan tentang reaksi pro-kontra pidato Presiden SBY langsung menjawab:"Pidato Presiden SBY semalam menunjukkan dirinya tak mau intervensi dalam hukum.''

Seperti diketahui, dalam pidatonya Senin (23/11) malam, Presiden menyatakan bahwa dirinya tidak bisa melakukan intervensi kepada kasus Bibit-Candra.

Tapi, kasus ini bisa diselesaikan di luar pengadilan karena adanya kepentingan masyarakat luas.

Karena itu, Presiden menginstruksikan pada Kepolisian dan Kejaksaan untuk memproses kasus ini tanpa harus melalui proses pengadilan. Artinya, ada dua opsi yang ditawarkan. Yaitu: SP-3 atau SKPP.

Menurut Marzuki yang ditemui Selasa (24/11), justru menilai bahwa munculnya pro-kontra ini makin menunjukkan adanya pihak-pihak yang secara sengaja menjerumuskan Presiden dalam situasi dilematis. Lalu, mereka akan menggulingkan Presiden.

"Beliau tak mau melanggar hukum. Kalau dia interveni nanti ada, yang menunggu meng-impeachment di pojok sana," kata Ketua DPR Marzuki di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Marzuki tak menjelaskan siapa orang-orang yang mendorong agar SBY melanggar Undang-undang itu. Dia hanya memberi sinyal tentang pola gerakan orang-orang itu.

Yaitu, dengan cara mendorong SBY untuk mengambil keputusan yang melanggar Undang-undang. Baik itu terkait dengan masalah Bibit-Chandra atau masalah penggunaan Hak Angket Century.

Ketika didesak siapa orang-orang yang berusaha menjerumuskan Presiden, apakah dia dari lingkaran Presiden sendiri atau lawan politiknya, Marzuki mengelak.

"Saya nggak bisa ngomong siapa. Ini persoalan politik," kilah Sekjen Partai Demokrat.

Yang jelas, Marzuki meyakinkan bahwa pidato Presiden SBY tentang penyelesaian kasus Bibit-Chandra sudah jelas. Artinya, sama sekali tidak ada yang tidak membingungkan rakyat.

Yaitu, soal penyelesaian perkara Bibit dan Chandra, semua pihak harus patuh pada aturan dan proses penegakan hukum. Nah, wilayah itu adalah di Kejaksaan Agung dan di Kepolisian.

"Di kantong beliau (Presiden) ada Undang-undang, jadi tidak akan ada pelanggaran dan intervensi," katanya.

Begitu juga soal pidato SBY tentang kasus Bank Century, tidak menimbulkan kegamangan atau multitafsir. "Demikian juga soal Bank Century, dibuka saja, kita dorong terus hak angket di DPR," tandasnya.

Terkait dengan sinyal Ketua DPR ini, informasi yang dihimpun INILAH.COM menyebutkan, bahwa saat ini memang sedang terjadi pertemuan-pertemuan intensif beberapa kelompok gerakan massa untuk mulai menggulirkan aksi-aksi turun ke jalan.

Bahkan, saat berita ini diturunkan, pukul 11.15, di depan Istana Negara, ratusan orang menggelar unjuk rasa. Mereka melakukan aksi lempar handuk.

Menurut informasi di lapangan, agenda aksi yang sudah dimunculkan bukan lagi mendesak agar hukum ditegakkan. Tapi, sudah bergeser dengan tema meminta Presiden SBY turun.[ikl/ims]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
4 Komentar
pbayar pajak
Minggu, 29 November 2009 | 01:30 WIB
ada y mulai pasang jurus mencari simpatik masyrakat nih,...ciptain suasana jd terkesan teraniaya biasa jurus pengen d kasiani....weleh, weleh, weleh...........
barong
Selasa, 24 November 2009 | 17:15 WIB
ingat SBY dipilih rakyat 60% lebih, jadi jangan mimpi segelintir manusia yg belakangan ini berdemo bisa menggulingkan nya. Arti nya itu Inkonstitusional, Silent Majority yang tetap mencintai SBY pasti akan marah.
Amsaridam
Selasa, 24 November 2009 | 14:20 WIB
Inilah salah satu bukti bahwa kader partai demokrat merupakan politisi karbitan. Nalarnya cekak
Metro
Selasa, 24 November 2009 | 13:04 WIB
Sebaiknya pejabat publik dalam membuat statement jangan terlalu didramatisir, hal ini akan menimbulkan kepanikan/keresahan di masyarakat. Kondisi sekarang seperti buih sabun saja, artinya yang ramai hanya diatas, tapi kosong seperti buih/ busa, tanpa ada maknanya sekedar kekuasaan
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.