INILAH.COM, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI dari PDI-P, Pramono Anung menilai bahwa pidato Presiden SBY jauh dari harapan. Padahal, SBY sudah diberikan kemudahan lewat lima rekomendasi dari tim 8 yang dibentuknya sendiri.
"Rekomendasi dari tim 8 itu sudah sangat jelas, bola ada di depan gawang. Tinggal ditiup. Ini malah jadi uncertainly kata Wakil Ketau DPR Pramono Anung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (24/11).
Tadinya, kata Pramono, masyarakat menunggu sikap ketegasan dari presiden. Tapi ternyata harapan itu jauh dari apa yang disampaiakan dalam pidatonya.
"Harusnya bahasa terang benderang, mudah dipahami, bukan ambivalensi, sehingga menimbulkan keragu-raguan di publik," ujar Sekjen PDIP ini.
Pernyataan presiden itu justru menimbulkan kebingungan baru, dan menunggu kembali. Justru membuang-buang energi.
"Dan prioritas pemerintah proker 100 hari jadi terganggu dengan termakan isu cicak-buaya ini," ungkap dia.[ikl/ims]