INILAH.COM, Bogor - Pernyataan sikap SBY soal rekomendasi Tim 8 dinilai pengamat kepolisian Andrianus Meliala, terlalu diplomatis. Presiden terlihat tak ingin mempermalukan Polri dan Kejakgung.
"Pilihan kata presiden itu menurut saya bijak diplomatis dan high level," ujar Pengamat Kepolisian Adrianus Meliala sebelum acara Apel Kasatwil tahun 2009 di Hotel Safari Garden, Cisarua Bogor, Selasa (24/11).
Kenapa demikian, sambungnya, kelihatan ada poin yang tidak menjadi interest presiden dari rekomendasi yang disampaikan Tim 8. Dalam hal ini, Preisden dianggapnya telah menyelamatkan wajah kepolisian.
"Kalau kelihatan Polri yang ditohok, maka akan kelihatan Polri kehilangan muka. Dengan cara penyampaian yang diplomatis, elegan dan tinggi ini maka tidak ada yang pihak yang kehilangan muka dalam situasi seperti ini. Dan kemudian cukup jelas untuk direspon bawahannya yaitu Kapolri dan Jaksa Agung," kata dia.
Adrianus menyatakan, kalau dirinya tidak setuju dengan pihak yang mengatakan sikap presiden mengambang. Karena, sebagai presiden memang harus seperti itu tugas kepala negara.
"Sebagai bawahan saya kira jelas Kapolri dan Jaksa Agung akan merespon. Ini bukan lagi dimengerti ini perintah. Sudah amat jelas. Sudah betul. Malah jadi bagus," katanya. [mvi/mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !