INILAH.COM, Jakarta - Pergerakan IHSG
pada sesi I perdagangan Selasa (24/11) ditutup turun 4,92 poin (0,2%) di level 2.476,5 karena investor menilai pidato SBY soal kasus KPK kurang tegas. Hal itu dikatakan analis saham BNI Securities Muhammad Alfatih kepada
INILAH.COM Selasa (24/11). "Pasar melihat pidato SBY soal kasus KPK kurang memberi kepastian sehingga mempengaruhi indeks," katanya.
Pasar melihat kasus KPK yang terkait Bank Century sudah menyeret nama Wapres (Boediono,red) sehingga dikhawatirkan kalau sampai terjadi pergantian. Jadi inilah kekhawatirannya karena menimbulkan ketidakpastian khususnya di bidang ekonomi.
Selain itu, bursa regional juga bervariasi karena ada informasi tingkat kepercayaan konsumen di Korea Selatan turun dan Australia mengubah prediksi pertumbuhan ekonomi sehingga mendorong kekhawatiran baru. Untuk itu pergerakan indeks hingga penutupan akan terbatas dan cenderung sideway dengan plus minus 1% karena minimnya sentimen positif.
Volume perdagangan mencapai 3,1 miliar unit saham senilai Rp2 triliun dengan 50 saham naik, 110 saham turun serta 66 saham stagnan. Untuk LQ45

turun 0,8 poin ke 488,9 dan Jakarta Islamic Index (JII)

turun 0,1 poin ke 410,08.
Untuk saham-saham yang naik antara lain Merck (MERK) naik Rp3.900, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp5o0 ke Rp23.250, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp300 ke Rp27.450, Astra International (ASII) naik Rp200 ke Rp33.350, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp150 ke Rp16.050, Indocement Tunggal Prakasa (INTP) naik Rp150 ke Rp11.750.
Sedangkan untuk saham-saham yang turun antara lain Goodyear Indonesia (GDYR) turun Rp300 ke Rp9.500, Gudang Garam (GGRM) turun Rp300 ke Rp16.800, Bumi Resources (BUMI) turun Rp125 ke Rp2.625, Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) turun Rp75 ke Rp3.300. [hid/cms]