INILAH.COM, Washington - Presiden AS Barack Obama memberi penghargaan kepada aktivis HAM Zimbabwe, yang menyebut Presiden Robert Mugabe seorang diktator.
Penerima penghargaan itu adalah aktivis HAM terkemuka di negara tersebut, Magodonga Mahlangu. Perempuan yang pemimpin organisasi aktivis, Kebangkitan Wanita Zimbabwe (WOZA), itu menerima Penghargaan HAM Robert F Kennedy 2009.
Setiap saat mereka melihat Magodonga dipukul punggungnya hingga lebam saat melakukan protes. Hanya untuk mendapatkan haknya dan yang lain kembali, serta menyanyikan lagu-lagu kebebasan di tengah sorotan tajam para petugas keamanan, demikian siaran pers Gedung Putih, Selasa (24/11).
WOZA adalah persatuan puluhan ribu wanita Zimbabwe yang melakukan perjuangan tanpa kekerasan terhadap perkosaan dan pelanggaran HAM di bawah rezim Mugabe. Pemimpin yang ditengarai sebagai cikal bakal diktator itu melakukan penindasan brutal dan penahanan berulang-kali.
WOZA dibentuk pada Desember 2002. Robert F Kennedy Center untuk Keadilan dan HAM mencatat organisasi ini telah menyelenggarakan lebih dari 100 unjuk rasa guna mendukung demokrasi dan hak perempuan di Zimbabwe.
AS dan Uni Eropa memberlakukan larangan perjalanan dan pembekuan aset bagi Mugabe, isterinya dan kalangan dekatnya sebagai protes atas sengketa pemilu dan dugaan pelanggaran HAM pemerintahnya.
Mugabe dan pesaingnya Morgan Tsvangirai, membentuk pemerintah koalisi Februari lalu yang bertujuan menstabilkan Zimbabwe. Namun masalah besar masih ada dan kesepakatan politik juga sangat rentan.
Kennedy Center memberi penghargaan HAM berupa patung dada dari perunggu mendiang Robert Kennedy dan hadiah uang US$30 ribu, serta janji bantuan teknis dan hukum kepada penerimanya, sejak 1984. Robert Kennedy, saudara mendiang Presiden AS John F Kennedy, terbunuh pada Juni 1968, saat berkampanye capres. [*/vin]