INILAH.COM, Jakarta - Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono soal hasil rekomendasi Tim 8 dinilai berputar-putar seperti orang main bola, sehingga membingungkan.
Padahal rekomendasi Tim 8 tentang kasus Bibit - Chandra, pimpinan non aktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah meletakkan bola pada posisi duabelas pas.
SBY tinggal menendang bola untuk menggolkannya, tapi ternyata masih digocek-gocek dulu, kata Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah, Komarudin Hidayat, Selasa.
Adnan Buyung Nasution, mantan Ketua Tim 8, juga mengungkapkan senada. Keputusan presiden sudah jelas meski berpanjang-panjang dan muter-muter dulu, kata Buyung.
Presiden menyatakan kasus Bibit dan Chandra tidak dilanjutkan ke pengadilan dan penanganannya diserahkan kepada Kapolri dan Jaksa Agung sesuai dengan prosedur hukum.
Dalam kasus ini, Kejaksaan Agung dan Polri menuduh Bibit dan Chandra memeras pengusaha Anggoro dalam kasus dugaan korupsi peralatan komunikasi kehutanan yang sedang ditangani KPK. Uang hasil perasan dialirkan lewat Anggodo, adik kandung Anggoro, yang meminta bantuan Ari Muladi, seorang makelar kasus.
Di tempat terpisah, Chandra M. Hamzah juga mengaku tidak terlalu jelas terhadap sikap SBY. Karena itu dirinya menunggu sikap dari presiden, kepolisian, serta Kejaksaan Agung satu hingga dua hari mendatang. [wdh]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !