INILAH.COM, London Selama 23 tahun, Rom Houben terjebak dalam tubuh koma. Padahal, ia bisa mendengar semua yang orang katakan.
Saya menjerit, tapi tak ada yang mendengar. Saya seperti bermimpi mengenai kondisi ini, tutur Rom yang mengetik melalui sebuah komputer khusus, karena ia tak bisa berbicara, seperti dikisahkan Mail Online, Selasa (24/11).
Rom yang kini berusia 46 tahun, berada dalam kondisi koma pasca kecelakaan mobil pada 1983 silam. Meski demikian, otaknya ternyata masih berfungsi dengan aktif tapi ia terjebak dalam tubuh yang cacat.
Hingga tiga tahun lalu, sang ibu, Josephine, meminta seorang dokter meminta kondisi putranya itu. Sejak itulah, berbagai usaha untuk membangkitkannya dimulai dan kini, Rom bisa menuturkan kisahnya sendiri meski hanya melalui jemarinya.
Kondisi ini juga membuat para praktisi medis menyadari, ratusan ribu orang seperti Rom di seluruh dunia kemungkinan juga mengalami apa yang ia alami. UU yang mengizinkan euthanasia pun atau izin untuk mencabut alat bantu hidup, harus dipertimbangkan ulang. [vin]