INILAH.COM, Jakarta Penjualan ponsel andalan Sony Ericsson Satio ditangguhkan setelah terjadi permasalahn di perangkat lunak hingga mengakibatkan pengembalian telepon ke toko-toko.
Beberapa pelanggan yang membeli Satio menemukan bahwa ketika mereka mencoba mengakses aplikasi tertentu, handset menjadi mati.
Masalah yang ada berkaitan dengan perangkat lunak pada telepon itu dan tidak dapat diselesaikan melalui tambalan.
Sony Ericsson mengatakan jumlah pelanggan yang mengembalikan ponsel cukup rendah dibandingkan dengan jumlah Satio yang telah terjual.
Richard Dorman senior manajer pemasaran di Sony Ericsson mengatakan bahwa perusahaan berharap sudah memecahkan masalah itu sebelum Natal dan hal itu tidak akan menunda kampanye pemasaran, yang menampilkan orang saling mengambil foto menggunakan kamera 12 megapiksel.
Keputusan untuk menunda penjualan Satio merupakan pukulan besar untuk Sony Ericsson menjelang periode perdagangan Natal yang penting.
Ben Wood, analis CCS Insight mengatakan handset itu senjata terakhir bagi Sony Ericsson dan masalah itu sebagai bencana. Dia berargumen bahwa perusahaan Jepang-Swedia itu telah berjuang menyangkut kualitas di masa lalu.
Masalah software menjadi hal menonjol akibat tekanan berat untuk bergegas mengeluarkan handset yang sangat kompleks, tapi tetap kompetitif.
Handset lain termasuk Nokia N97 dan Blackberry Storm asli juga mengalami masalah software setelah diluncurkan.
Masalah itu kata Dorman akan sangat menjengkelkan Sony Ericsson karena Satio telah terjual dengan baik dengan pelanggan tertarik pada kamera berkualitas tingginya. "Penjualan produk sudah sangat kuat dan kita mengharapkan tetap kuat setelah masalah telah diperbaiki," kata Dorman.[ito]