INILAH.COM, Jakarta - Sekjen Partai Demokrat Marzuki Alie mencurigai ada pihak yang sengaja ingin menggulingkan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden melalui hak angket Bank Century. Namun, pernyataan itu dianggap PDIP berlebihan dalam sebuah negara demokrasi.
"Saya tak melihat dugaan itu. Ini terlalu jauh dan berlebihan," kata Pramono Anung, di gedung DPR, Jakarta, Selasa (24/11).
Indonesia, kata dia, adalah sebuah negara hukum. Sehingga langkah dan tindakan-tindakan dilandasi konsepsi demokrasi. Ketidakpuasan terhadap pidato SBY adalah bentuk tuntutan rakyat terhadap keadilan.
"Pidato jauh dari harapan publik untuk bisa terselesaikan. Pidato itu tidak tertangkap dengan gampang. Empat di antara rekomendasi Tim 8 tak tersentuh sama sekali," papar Wakil Ketua DPR itu.
Maka, kata dia, Kejagung dan Polri harus segera mengambil keputusan dan tidak boleh berlarut-larut. Sebab, hal ini juga menyangkut persoalan kerugian rakyat atas kasus dana talangan Bank Century sejumlah Rp 6,7 triliun.
"Apalagi audit BPK juga kan sudah jelas. Seharusnya rekomendasi Tim 8 diindahkan semua," kata Wakil Ketua DPR ini. [ikl/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !