INILAH.COM, Jakarta - Selain kecewa dengan Presiden SBY, soal sikap terhadap rekomendasi Tim 8, mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur juga kecewa dengan Polri dan Kejakgung.
"Ya betul, orang bicara apa saja. Tapi satu, polisi kotor dan jaksa juga kotor," ujar Gus Dur di gedung PBNU, Jakarta, Selasa (24/11).
Gus Dur kecewa dengan sikap Polisi dan Kejaksaan yang tidak menghentikan kasus Bibit dan Chandra ini. Terlebih, sikap polisi yang melimpahkan berkas Bibit ke kejaksaan. "Ya itu yang bikin kita kecewa. Itu yang menambah kekecewaan kita," kata pendiri PKB itu.
Sebelumnya, Gus Dur mengaku kecewa dengan SBY karena karena tidak disebutnya soal kedaulatan hukum. Padahal, sambungnya, dengan kedaulatan hukum maka korupsi dapat diberantas.
"Terus terang saja saya kecewa. Karena tidak disebut-sebut soal kedaulatan hukum. Bagaimana kita bisa berantas korupsi," ujarnya.
Gus Dur juga menyatakan, seharusnya pemerintah dapat bertindak tegas untuk memerangi korupsi di negeri ini. "Tidak seperti sekarang yang terkesan plin-plan. Pada umumnya mereka tidak bermoral. Sekarang ini masih ada yang baik dari pada yang rusak," kata dia. [*/mut]