inovasi portal berita
Sabtu, 4 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,995.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Gus Dur: Polisi-Jaksa Sama Kotornya

Headline
Abdurrahman Wahid - inilah.com /Wirasatria
Oleh:
Selasa, 24 November 2009 | 18:01 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Selain kecewa dengan Presiden SBY, soal sikap terhadap rekomendasi Tim 8, mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur juga kecewa dengan Polri dan Kejakgung.

"Ya betul, orang bicara apa saja. Tapi satu, polisi kotor dan jaksa juga kotor," ujar Gus Dur di gedung PBNU, Jakarta, Selasa (24/11).

Gus Dur kecewa dengan sikap Polisi dan Kejaksaan yang tidak menghentikan kasus Bibit dan Chandra ini. Terlebih, sikap polisi yang melimpahkan berkas Bibit ke kejaksaan. "Ya itu yang bikin kita kecewa. Itu yang menambah kekecewaan kita," kata pendiri PKB itu.

Sebelumnya, Gus Dur mengaku kecewa dengan SBY karena karena tidak disebutnya soal kedaulatan hukum. Padahal, sambungnya, dengan kedaulatan hukum maka korupsi dapat diberantas.

"Terus terang saja saya kecewa. Karena tidak disebut-sebut soal kedaulatan hukum. Bagaimana kita bisa berantas korupsi," ujarnya.

Gus Dur juga menyatakan, seharusnya pemerintah dapat bertindak tegas untuk memerangi korupsi di negeri ini. "Tidak seperti sekarang yang terkesan plin-plan. Pada umumnya mereka tidak bermoral. Sekarang ini masih ada yang baik dari pada yang rusak," kata dia. [*/mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
2 Komentar
oni kalumbang @ Selasa, 24 November 2009 | 23:15 WIB
kalau politikus kotor ga gus ?
Gus Tul @ Selasa, 24 November 2009 | 19:14 WIB
emang gue pikirin !!
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.