Senin, 28 Mei 2012 | 19:31 WIB
Follow Us: Facebook twitter
China Hukum Mati Pencemar Susu
Headline
bbcnews.com
Oleh:
web - Selasa, 24 November 2009 | 18:52 WIB
INILAH.COM, Beijing China mengeksekusi dua orang yang terlibat dalam kasus pencemaran susu yang menyebabkan enam anak sekarat. Lebih dari 300 ribu anak lainnya sakit akibat mengkonsumsi susu bubuk yang terkontaminasi bahan kimia industri melamine.

Zhang Yujun dan Geng Jipin, seperti dilansir BBC, Selasa (24/11), adalah dua orang yang telah dieksekusi kata petugas pengadilan. 19 orang lainnya ditahan di penjara karena ikut terlibat dalam skandal ini.

Zhang Yujun dinyatakan membahayakan kemanan publik dengan menjual lebih dari 770 ton susu bubuk yang tercemar sejak Juli 2007 hingga Agustus 2008. Gen Jiping selaku manajer pusat produksi susu itu dibuat dinyatakan bersalah karena mengedarkan susu bermelamin ke perusahaan Sanlu yang kini bangkrut.

Melamine biasanya digunakan sebagai bahan dasar pembuatan plastik dan pupuk. Ketika ditambahkan ke produk makanan, memang menambah kandungan protein. Namun, bisa menyebabkan batu dan gagal ginjal.

Sanlu sebelumnya dikenal sebagai penjual terbesar susu bubuk di China, sampai akhirnya skandal ini menyebabkan perusahaan tersebut bangkrut pertengahan September lalu. Skandal ini juga menyebabkan kemarahan publik di China setelah serangkaian insiden mengenai keamanan makanan kembali terjadi.

Tian Wenhua, mantan direktur Sanlu adalah salah satu pejabat eksekutif perusahaan yang didakwa dalam skandal ini. Dia dinyatakan bersalah, walau tidak sampai dihukum mati, tapi dia dipenjara seumur hidup. Eksekusi telah dilakukan hari ini, tapi tidak disebutkan di mana lokasi eksekusi hukuman mati. [nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.