INILAH.COM, Jakarta - Kepemilikan asing pada surat utang negara (SUN) tercatat Rp104,88 triliun per 20 November 2009 atau naik 18,02% dibanding per 13 November 2009 senilai Rp103,30 triliun.
Jumlah SUN yang ada di reksadana tercatat Rp44,79 triliun per 20 November 2009 atau stagnan sekitar 7,68% dibanding per 20 November 2009 sebesar Rp44,56 triliun. Seperti dikutip INILAH.COM, pada Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Republik Indonesia, Selasa (24/11) jumlah SUN pada asuransi per 20 November 2009 sekitar Rp72,70 triliun sedangkan Dana Pensiun mencapai Rp38,01 triliun. Sedangkan pada sekuritas mencapai Rp54 miliar.
Analis PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) Ronny Wicaksono mengatakan, kepemilikan asing di SUN meningkat karena adanya keyakinan investor bahwa Amerika Serikat dan Jepang pulih dari krisis ekonomi. Sehingga investor tertarik untuk menambah investasi pada negara berkembang termasuk Indonesia. Ronny menambahkan, faktor yield obligasi menarik menjadi pertimbangan investor. "Yield obligasi cukup bagus yang jangka panjang. Saat DMO mencatatkan obligasi pemerintah saatnya waktu membeli obligasi," tutur Ronny, Selasa (24/11).
Ronny mengatakan, optimisme pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi salah satu faktor untuk penerbitan obligasi. Sehingga banyak obligasi yang diterbitkan. Faktor Gross Domestic Product (GDP) kuartal 3 Indonesia yang stabil dan diprediksikan GDP 4 Indonesia akan bagus, selain itu inflasi diprediksikan stabil dan suku bunga acuan BI Rate diprediksikan tetap 6,5% hingga semester I 2009. [hid]