INILAH.COM, Jakarta Usulan hak angket Century Gate di DPR tinggal selangkah lagi. Setelah Fraksi Partai Demokrat, FPKB, FPAN, FPPP secara resmi menyerukan anggotanya menandatangani usulan hak angket, dapat dipastikan hak angket Century Gate akan gol. Hanya saja, saat ini, yang mengemuka di parlemen, siapa yang berhak memimpin Panitia Khusus Hak Angket Century Gate?
Memang Sidang Paripurna DPR untuk menetapkan apakah hak angket Century Gate ditetapkan atau tidak masih sepekan lagi, tepatnya pada 1 Desember. Namun, tak bisa dipungkiri aura perebutan pimpinan Panitia Khusus Angket Century sulit dielakkan. Setidaknya, sejumlah pernyataan dari politisi di berbagai fraksi berambisi mengisi posisi Ketua Pansus Hak Angket Century Gate.
Sedikitnya terdapat tiga fraksi yang berkeinginan memimpin Pansus Hak Angket Century Gate. Mereka adalah FPKS, FPD, dan FPDIP. Signifikansi pimpinan pansus hakikatnya tak begitu penting. Namun secara politis, siapa yang memegang pimpinan angket akan menentukan alur arah perjalanan hal angket. Toh, ketua Pansus Hak Angket dibantu oleh wakil ketua yang terdiri dari berbagai fraksi di parlemen.
Menurut politisi PKS yang enggan disebutkan namanya menegaskan, idealnya yang pimpin Pansus Hak Angket Century Gate adalah dari FPKS. Alasan rasional FPKS untuk memimpin Pansus Hak Angket Century Gate, karena posisi FPKS relatif moderat dibanding fraksi lainnya seperti FPD maupun FPDIP.
"Kami berada di tengah. Kalau yang pimpin FPDIP maka akan head to head dengan pemerintah. Kalau FPD yang pimpin ada kesan pro dengan pemerintah, cetusnya kepada INILAH.COM, di gedung DPR, Selasa (24/11).
Meski politisi PKS lainnya Andi Rahmat menepis anggapan jika keikutsertaan FPD dalam pengajuan hak angket Century Gate dapat menggembosi Pansus Hak Angket. Menurut dia dukungan FPD di DPR terkait usulan hak angket Century Gate cukup signifikan dalam mengusung usulan angket. Isu penggembosan tidak relevan. Dukungan Demokrat sangat signfikan, untuk mewujudkan good governance. Jadi idealisme kita tidak bertepuk sebelah tangan, ujarnya.
Sementara seorang inisiator hak angket Century Gate dari FPDIP Gayus Lumbuun secara gamblang menegaskan pihaknya yang lebih tepat memimpin Pansus Hak Angket Century Gate. Alasannya, FPDIP menjadi lokomotif pengajuan hak angket di parlemen.
"Tidak tepat jika Fraksi Partai Demokrat memimpin Pansus Hak Angket, karena kami adalah penggagas. Secara etik, yang punya gagasan yang mendorong, dong. Masak gerbong terakhir berada di depan sebagai pimpinan Pansus Hak Angket Century Gate, ujarnya di gedung DPR, Selasa (24/11).
Meski demikian, Gayus menyebutkan tidak ada masalah apapun bila yang memimpin Pansus Hak Angket Century Gate dari Partai Demokrat. Hanya saja, Gayus menegaskan, secara etika, PDIP yang lebih berhak memimpin panitia angket. Yang membawa gerbong itu kami, jelasnya.
Menurut dia, karena PDIP sebagai penggagas, relevansinya terkait pimpinan panitia angket, jelas memiliki tujuan terkait Hak Angket Century Gate. Jika pun Partai Demokrat yang memimpin, nanti publik yang menilai. Kami kan penggagas Hak Angket Century, tandasnya.
Sementara anggota FPD Ruhut Sitompul menjawab diplomatis terkait perebutan pimpinan panitia angket. Menurut dia, jika melihat kuantitas anggota DPR, sebenarnya yang berhak memimpin Pansus Hak Angket dari Partai Demokrat. "Partai Demokrat jika ditugaskan sebagai pimpinan Pansus Hak Angket Century siap. Tetapi jika fraksi lain berkeinginan yang memimpin, ya silakan, tegasnya yang mengklaim hanya FPD yang bulat 100% mendukung Hak Angket Century Gate.
Dinamika parlemen terkait Hak Angket Century Gate memang telah bergeser dari siapa yang mau ikut menandatangai pengajuan usul hak angket, menjadi siapa yang berhak menjadi pimpin pansus hak angket. Jika melihat komposisi kekuatan parlemen, ambisi Fraksi Partai Demokrat untuk pimpin panitia angket tidaklah sulit. [mor]