INILAH.COM, Washington Sekian lama tak menjawab permintaan internasional, AS akhirnya setuju untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
Presiden Barack Obama akan bergabung jika kehadirannya memang akan menambah besar peluang bagi 192 negara anggota PBB untuk mencapai kesepakatan, demikian pernyataan dari Gedung Putih, seperti dilansir BBC, Selasa (24/11).
AS menetapkan target barunya tepat sebelum KTT Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) digelar di Kopenhagen, Denmark, bulan depan. Target yang mereka tetapkan diharapkan bakal sejalan dengan kesepakatan Senat, yakni mengurangi sekitar 17-20% level tahun 2005 pada 2020 mendatang.
Selama ini, KTT pemanasan global di tingkat dunia terhambat karena sikap AS yang menjadi satu-satunya penghambat mencapai kesepakatan. Apalagi pekan lalu dalam KTT Komunitas Ekonomi Asia Pasifik (APEC), Obama telah berdiskusi dengan sejumlah pemimpin negara.
Seperti PM India Manmohan Singh, Presiden China Hu Jintao, PM Jepang Yukio Hatoyama, hingga Presiden SBY. Sementara untuk KTT di Kopenhagen, lebih dari 60 pemimpin negara telah mengkonfirmasikan kehadiran mereka pada pertemuan 7-18 Desember itu. Belum jelas apakah Obama akan hadir atau tidak. [vin]