INILAH.COM, Jakarta - Pidato Presiden SBY soal penyelesaian kasus hukum Bibit-Chandra di luar pengadilan dan kasus Century Gate mendapat reaksi dari KH Abdurrahman Wahid dan Amien Rais. Apa kata keduanya?
Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur mengingatkan Presiden SBY agar tidak melarikan diri dari persoalan dan kenyataan yang dihadapi. Sementara Amien Rais menilai harapan rakyat belum terpenuhi oleh jawaban SBY atas rekomendasi Tim 8 karena jawaban itu multitafsir dan tak jelas.
Gus Dur mengaku kecewa dengan sikap SBY soal rekomendasi Tim 8. Ia menilai SBY telah melarikan diri. "Semuanya terasa seperti melarikan diri, tidak membersihkan diri. Cuci tangan," kata Gus Dur di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (24/11).
Ia mengaku kecewa karena Presiden SBY tidak menyebutkan soal kedaulatan hukum. Padahal dengan kedaulatan hukum maka korupsi dapat diberantas. "Kalau begini, bagaimana kita bisa berantas korupsi?" ujarnya
Menurut Gus Dur, seharusnya pemerintah dapat bertindak tegas memerangi korupsi di negeri ini. Jangan seperti sekarang yang terkesan plin-plan. "Bukankah SBY berkata akan memimpin sendiri pemberantasan korupsi di negeri ini? Indonesia kini masih termasuk dalam 10 negara terkorup di dunia," kata Gus Dur.
Senada dengan Gus Dur, mantan Ketua PP Muhammadiyah dan Ketua MPR Amien Rais menilai jawaban Presiden SBY atas rekomendasi Tim 8 masih penuh kata-kata bersayap. Baginya, harapan rakyat belum dipenuhi SBY, meski sudah cukup jelas arahnya.
Amien mengatakan, hal terpenting yang patut dicermati lagi adalah bagaimana menyelesaikan masalah skandal Bank Century. Dia khawatir penanganan masalah Bank Century itu bernasib seperti biasanya, atau hanya selesai setengah jalan.
Ia mengingatkan agar penanganan skandal Century jangan setengah jalan. Selain itu pengusutan jangan hanya untuk mengejar para pelakunya saja, melainkan juga aliran dananya. Harus diungkap siapa saja yang menerima dana dari Bank Century,
"Hampir semua permasalahan besar kita, seperti kasus Munir, DPT, angket BBM, dan angket impor beras, sama nasibnya," tutur Amien Rais.
Ia juga mengingatkan jangan sampai ada tangan-tangan siluman yang bisa menghilangkan data Bank Century tersebut. Dia pun membandingkan skandal BLBI yang jumlahnya jauh lebih besar hingga ratusan triliun saja bisa hilang tanpa jejak, apalagi Bank Century.
Selain itu, dalam beberapa waktu ke depan, DPR juga akan memasuki masa resesnya sehingga terbuka celah bagi tangan-tangan siluman tersebut untuk menghilangkan berbagai bukti. "Ini harus dicegah, ini kriminal tingkat tinggi," kata Amien.
Amien mengganggap kasus dana talangan Bank Century sebagai skandal negara. Sebab, melibatkan pejabat negara yang hingga kini masih berada di pemerintahan. [mor]