INILAH.COM, Ampatuan Setelah serangan massal sebelum pilkada tewaskan 46 orang, Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo umumkan keadaan darurat di dua provinsi.
Polisi dan militer sebaiknya segera melakukan pengejaran terhadap para pelaku dan mengamankan area-area tersebut. Tak ada keraguan dalam upaya penegakan keadilan ini, papar Arroyo, seperti dikutip Straits Times, Selasa (24/11).
Polisi sejauh ini telah menemukan 22 jasad di sebuah kuburan massal di Provinsi Maguindanao. Sebelumnya, mereka juga telah menemukan 24 jasad dengan peluru di sekujur tubuh mereka. Kawasan ini memang marak dengan aksi militan, terutama menjelang pilkada seperti saat ini.
Jurnalis juga tak luput dari sasaran aksi ini, dengan perkiraan 20 wartawan berada di antara para korban. Ini berarti pembantain jurnalis terbesar sepanjang masa dalam waktu yang bersamaan. Korban adalah anggota konvoi untuk calon gubernur Ismael Mangudadatu yang istri dan kedua saudarinya tewas dalam insiden ini. [vin]