Sabtu, 26 Mei 2012 | 00:16 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Operator Telepon Tak Lagi Andalkan Perang Tarif
Headline
ist
Oleh: Budi Winoto
web - Rabu, 25 November 2009 | 09:41 WIB
INILAH.COM, Jakarta Operator tak lagi melakukan perang tarif karena konsumen sudah skeptis. Namun operator sudah menyiapkan strategi baru untuk menggerogoti pelanggan operator lain.
GM Marketing Telkomsel Nirwan Lesmana mengatakan konsumen sudah tidak mempan dengan tawaran tarif murah untuk memikat pelanggan yang benar-benar baru atau menarik pelanggan baru dari operator lain.
Orang sudah skeptis dengan tawaran tarif 0,0001 maka kami tawarkan value berupa konten yang nyata dan bisa didownload, katanya di Jakarta, kemarin. Ia mengatakan tambahan value berupa bonus konten dan layanan data itu, sekaligus untuk mengurangi jumlah kartu perdana yang dijadikan calling card.
Akibat perilaku calling card itu menjadikan tingkat hangus kartu perdana sangat tinggi. Tawaran bukan hanya basic, tapi juga akses ke jejaring sosial serta internet sehingga setelah konsumen merasakan pengalaman menggunakan kartu itu, maka akan ada ikatan, katanya.
Nirwan mengatakan Telkomsel tidak akan melakukan perang tarif. Pasalnya yang dilakukan oleh operator pada tahun ini tidak ada yang benar-benar price war, namun sebatas marketing war saja. Yang ada kalau perang tarif, jatuh-jatuhnya tipu-tipu sehingga konsumen yang dirugikan, tegasnya.
Ia menambahkan alasan tidak melakukan perang karena konsumen melihat tarif yang ditawarkan sekarang sudah terjangkau bagi konsumen. Sementara selain affordable pelanggan juga menuntut tarif yang transparan.
Sementara tuntutan konsumen pada layanan lain seperti data internet dan konten semakin meningkat. Ia mengatakan, tahun depan pengakses data bisa naik drastis. Hal itu bisa terlihat dari data penggunaan pelanggan serta investigasi yang menunjukkan pemakaian data konsumen yang terus naik.
Sementara operator CDMA Bakrie Telecom mengambil langkah sebaliknya. Operator ini terus mengusung jargon murah dalam memikat konsumen. Bakrie Telecom merilis handset yang diklaimnya sebagai ponsel musik paling murah yang pernah ada di pasaran.
Deputy Chief Executive Officer Esia, Erik Meijer mengatakan pihaknya ingin memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan telekomunikasi murah. Rata-rata ponsel musik yang ada di pasaran saat ini antara satu juta rupiah ke atas. Sedangkan Bakrie Telecom membanderol handset musiknya kurang dari Rp 500 ribu.
"Esia melihat peluang dari pencinta musik terutama anak-anak muda dengan ponsel musik berharga terjangkau," ujarnya. Tampaknya Bakrie Telecom akan sukses dengan produk murahanya itu. Erik Meijer mengatakan pihaknya siap mengeluarkan 185 ribu unit ponsel musik yang menjadi target penjualan Esia hingga akhir tahun ini. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
dinda
Rabu, 25 November 2009 | 13:46 WIB
nah.................!!!!! Gtu dunk dari dlu semua kartu perdana bisanya cuma bsa ngomong tapi ga ada bukti ya. blangya pke perdana ini murahnya sampe puas tapi pas di beli eh........ ternyta sma ja mahal. konsumen terasa tertipu aja. hee....He...He...He....
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.