INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham, hari-hari ini mendapat tekanan cukup berat. Sejumlah isu negatif di dalam negeri menjadi penyebab utamanya. Investor pun disarankan berhati-hati.
Pertama, sikap Presiden SBY yang kurang tegas dalam penyelesaian kasus KPK dengan Kepolisian. Meskipun penyidikan terhadap dua petinggi Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) Bibit dan Chandra dihentikan, namun hal itu tak membuat persoalan jadi terang.
Isu negatif kedua menyangkut hasil audit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) atas Bank Century. Ketidak wajaran dalam bail out (penyelamatan) Bank Century semakin jelas dalam laporan hasil audit BPK tersebut.
Bahkan kasus tersebut kini mulai menyeret nama Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani, yang ketika itu sangat berperan dalam mengambil keputusan penyelamatan Bank Century.
Berita tak enak tadi tak pelak langsung membuat harga saham-saham berguguran. Pada penutupan perdagangan Selasa (24/11), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 9,54 poin (0,38%) ke level 2.471 dan menembus level psikologis 2.490.
Ia menyarankan agar investor lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi. Apalagi beberapa saham harganya sudah tergolong mahala. Situasi yang benar-benar tidak bersahabat. Tapi tak berarti peluang untuk mengail untung di bursa sudah tertutup sama sekali.
Saham-saham ritel termasuk yang disarankan untuk dikoleksi karena sektor ini tak lama lagi bakal ketiban rezeki Natal dan tahun baru. Jangan lupakan juga saham yang terkait dengan pembangunan infrastruktur.
Sebab, Desember ini pemerintah akan menggelontorkan dana Rp 12,2 triliun untuk pembangunan infastruktur. Ini merupakan bagian dari dana stimulus yang berlum terserap. [mdr]