inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Adu Untung di BUMI, ADRO, TLKM, FREN, MNCN

Headline
inilah.com /Dokumen
Oleh: Natascha & Vina Ramitha
Rabu, 25 November 2009 | 06:43 WIB
INILAH.COM, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rabu (25/11) diperkirakan masih tertekan. Namun beberapa saham masih bisa menjadi pilihan seperti BUMI, ADRO, TLKM, FREN dan MNCN.
Analis Lautan Dana Securities Willy Sanjaya memprediksikan, pergerakan IHSG masih akan dipengaruhi beberapa sentimen negatif. Namun, selama indeks berada di level 2.440, maka pertahanan domestik akan kuat.
Penurunan IHSG hanya reaksi kecil saja, tidak berpengaruh ke perdagangan hari ini, ujarnya kepada INILAH.COM, Selasa (24/11) kemarin. Menurutnya, goncangan terhadap IHSG kemarin, berasal dari anjloknya bursa regional, terutama Hang Seng dan Shanghai menyusul pemerintah China yang meminta bank membatasi kucuran kreditnya.
Bursa regional pun ikut anjlok dan akibatnya juga berpengaruh pada pergerakan IHSG. Melihat situasi pada saham Asia, saya sarankan investor masuk di harga rendah, paparnya.
Ia memprediksikan, koreksi di Asia hanya bersifat sementara, karena pemerintah China memiliki peraraturan khusus yang menyebabkan tak boleh melakukan lebih dari satu transaksi per harinya.
Pelemahan ini pun bisa dimanfaatkan sebagai momentum untuk buy on weakness. "Jadi, ketika ada penurunan cukup dalam di bursa Asia, termasuk IHSG, investor bisa beli di harga rendah, imbuhnya.
Willy menilai masih ada indikator penopang IHSG, seperti penguatan harga komoditas serta berlanjutnya apresiasi rupiah. Selain itu juga adanya korporasi yang berkepentingan melakukan window dressing di akhir tahun.
Berapa pun jumlah perusahaan yang melakukan window dressing, hal ini akan berdampak pada bursa, karena harga saham domestik tidak pernah dianggap terlalu tinggi, ulasnya.
Lebih lanjut Willy menuturkan, faktor overbought itu tak ada. Ia mencontohkan harga saham PT Aneka Tambang (ANTM) yang pernah berada di level Rp5.000 per lembar. Ada kemungkinan level-level tinggi itu akan tercapai lagi, katanya.
Tentang penyelesaian kasus Bank Century, meski berpengaruh negatif, dinilai takkan berdampak pada perdagangan bursa hari ini. Pasalnya, investor yakin dana yang diselewengkan bukan berasal dari APBN. Investor merasa dana itu berbeda dari dana talangan yang pernah dikeluarkan pemerintah untuk mengatasi krisis ekonomi pada 1998 lalu, ujarnya.
Pada perdagangan hari ini, Willy memberi rekomendasi positif untuk saham sektor tambang terkait kenaikan harga batubara. Salah satunya adalah PT Adaro Energy (ADRO). Demikian juga saham PT Bumi Resources (BUMI) yang diperkirakan akan menembus level 3.000 dalam waktu dekat.
Ini hari terakhir penetapan harga obligasi konversi BUMI. Jika ditutup pada Rp 2.600-an per lembar saham, maka harga obligasi konversinya bisa mencapai Rp 2.700-an, imbuh Willy.
Saham pilihan lain adalah PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) yang dinilai menarik karena harganya diperkirakan bisa menyentuh level Rp 10.000-an per lembar saham.
Ia pun merekomendasikan beberapa saham lapis kedua seperti PT Media Nusantara Citra (MNCN) dan PT Mobile-8 Telecom (FREN). Ini terkait rencana akuisisi Fren oleh MNC, pungkasnya.
Pada perdagangan Selasa (24/11), IHSG ditutup melemah 9,532 poin (0,39%) ke level 2.471,884. Perdagangan mencatatkan volume transaksi sebanyak 5,734 miliar lembar saham, senilai Rp4,113 triliun dengan frekuensi 86.143 kali. Sebanyak 56 saham naik, 141 saham turun dan 63 stagnan.
Emiten-emiten yang mengalami penurunan terbesar antara lain PT Goodyear Indonesia (GDYR) turun Rp300 ke Rp9.500, PT HM Sampoerna (HMSP) turun Rp150 ke Rp10.050, PT Bank Mandiri (BMRI) turun Rp125 ke Rp4.575, PT Gudang Garam (GGRM) turun Rp100 ke Rp17.000 dan PT Adaro Energy (ADRO) turun Rp60 ke Rp1.710.
Sedangkan beberapa emiten yang menguat antara lain PT Astra Agro (AALI) naik Rp650 ke Rp23.400, PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp550 ke Rp27.700, PT Astra International (ASII) naik Rp200 ke Rp33.350, PT Bukit Asam (PTBA) naik Rp200 ke Rp16.100, dan PT Indocement (INTP) naik Rp150 ke Rp11.750.
Saham grup Bakrie masih mendominasi perdagangan, kemarin dipimpin PT Bumi Resources (BUMI) dengan nilai transaksi Rp1,211 triliun atau 29,5% total perdagangan hari ini.
Adapun BUMI ditutup terkoreksi Rp 125 (4,54%) di posisi 2.625. Sedangkan saham grup Bakrie lainnya yakni PT Energi Mega Persada (ENRG) turun Rp10 (3,50%) ke level Rp275, dan PT Bakrie Telecom (BTEL) melemah Rp 8 (4,90%) menjadi Rp155. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.