INILAH.COM, Jakarta - Pengamat kepolisian Neta S Pane mengatakan, naiknya Koordinator Staf Ahli Kapolri, Irjen Pol Ito Sumardi sebagai Kabareskrim Polri menggantikan Komjen Pol Susno Duadji merupakan hasil kompromi Kapolri dengan Susno.
"Susno mau lengser menjadi Kabareskrim jika yang menggantikan adalah sahabatnya yang tidak lain adalah Ito. Dan Kapolri menyetujui hal itu," kata Neta di Jakarta, Selasa (24/11) malam.
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) itu mengatakan, karena Ito adalah hasil kompromi maka hampir dipastikan tidak banyak membawa pengaruh terhadap kinerja reserse Polri.
"Susno dan Ito adalah teman akrab. Sama-sama lulus Akademi Kepolisian tahun 1977 dan pergi bertugas bersama di Bosnia tahun 1980-an saat Pak Harto menjadi Presiden," katanya.
IPW juga menyoroti masalah yang pernah membelit Ito saat menjadi Kapolda Riau dan Sumsel. Ito pernah diperiksa Inspektorat Pengawasan Umum serta Divisi Profesi dan Pengamanan Polri tahun 2008 lalu karena diduga membiarkan judi saat menjadi Kapolda Riau.
"Akibatnya, Ito dicopot jadi Kapolda Sumsel karena kasus saat jadi Kapolda Riau. Ini yang aneh. Orang baru dicopot jadi Kapolda kok dinaikkan jadi Kabareskrim," ujar Neta. [*/bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !