INILAH.COM, Jakarta - Terpilihnya Komjen Pol Ito Sumardi sebagai penganti Komjen Pol Susno Duadji sebagai kabareskrim dikatakan kurang pas. Selain dianggap sebagai teman akrab Susno, Ito juga dinilai kurang berpengalaman.
"Ito juga kurang banyak berpengalaman di bidang reserse karena lebih banyak tertugas di fungsi lalu lintas. Susno dulu juga banyak bertugas di lalu lintas dibandingkan dengan reserse," kata pengamat kepolisian Neta S Pane di Jakarta, Selasa (24/11).
Yang membedakan keduanya, Neta menjelaskan hanyalah Ito pernah 2 kali menjadi Kapolda yakni Riau (2005-2006) dan Sumatra Selatan (2006-2008). Sedangkan Susno hanya sekali sebelum menjadi Kabareskrim yakni Kapolda Jawa Barat.
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) ini juga menyoroti masalah yang pernah membelit Ito saat menjadi Kapolda Riau dan Sumsel. Ito pernah diperiksa Inspektorat Pengawasan Umum serta Divisi Profesi dan Pengamanan Polri tahun 2008 lalu, karena diduga membiarkan judi saat menjadi Kapolda Riau.
"Akibatnya, Ito dicopot jadi Kapolda Sumsel karena kasus saat jadi Kapolda Riau. Ini yang aneh. Orang baru dicopot jadi Kapolda kok dinaikkan jadi Kabareskrim," ujar Neta.
Naiknya Ito juga tidak menjadi cermin sistem kaderisasi di tubuh Polri. Neta menegaskan Ito dan Susno sama-sama satu angkatan.
"Harusnya yang jadi Kabareskrim adalah jenderal yang lebih muda. Apa gak ada jenderal lain. Masih banyak perwira tinggi yang muda dan berpengalaman di reserse," pungkasnya. [*/bar]