INILAH.COM, New York - Harga minyak turun ke US$76 per barel pada perdagangan Selasa (24/11), seiring dengan data perekonomian AS yang memperlihatkan pemulihan.
Selain itu, dolar AS yang kembali menguat terhadap mata uang dunia lainnya memicu pelemahan harga komoditas.
Harga minyak untuk kontrak Desember turun US$1,54 ke US$76,02 per barel pada perdagangan New York Mercantile Exchange.
Departemen Perdagangan menyatakan, pertumbuhan ekonomi secara rata-rata naik 2,8% antara Juli dan September, lebih rendah dari estimasi sebulan lalu yaitu 3,5%. Adapun faktor-faktornya adalah belanja konsumen rendah, pembanguanan konstruksi melemah, dan pergerakan roda usaha yang memangkas aset.
Sementara indeks kepercayaan konsumen terhadap pemulihan ekonomi tergelincir untuk November, kendati belanja konsumen meningkat jelang libur Thanksgiving mendatang.
Pada perdagangan Nymex, harga minyak cair turun kurang dari 1 penny ke US$1,95 per galon, harga gasolin turun 4,04 sen ke US$1,94 per galon, dan gas alam turun 1,3 sen ke US$4,49 per 1.000 kaki kubik.
Di London, harga Brent turun US$1 ke US$ 76,46 per barel pada ICE Futures. [mre/cms]