INILAH.COM, New York - Proyeksi ekonomi yang positif dari the Fed menopang indeks sehingga tidak anjlok terlalu dalam akibat data kepercayaan konsumen dan perumahan.
Indeks turun pada perdagangan Selasa (24/11) yang dipicu oleh melemahnya saham-saham sektor keuangan dan industri, namun penurunannya tidak terlalu dalam ditopang oleh gain yang didapat dari saham alat kesehatan.
Indeks sempat menguat di siang hari usai pernyataan the Fed bahwa suku bunga acuan akan tetap dipertahankan rendah dan inflasi yang rendah. The Fed juga meningkatkan ekspektasinya akan pemulihan ekonomi pada semester II tahun ini, kendati pengangguran akan tetap terjadi.
Sementara indeks kepercayaan konsumen yang dipublikaskan oleh Conference Board naik ke 49,5 untuk November dari 48,7 untuk Oktober. Konsumen saat ini sedang bersemangat belanja, pasalnya Thanksgiving mulai mendekat.
Faktor peningkatan harga jual rumah dibulan September meningkat dan hal ini memicu keyakinan konsumen.
Pemerintah yang merevisi kalkulasi pertumbuhan ekonomi kuartal III dari 3,5% menjadi 2,8%, turut menjadi pemicu pelemahan indeks.
Selain itu, dolar AS juga mengalami penguatan terhadap mata uang dunia lainnya yang menekan harga komoditas.
Pada penutupan perdagangan Selasa, Dow Jjones turun 17,24 poin (0,2%) ke 10.433,71, S&P 500 turun 0,59 poin (0,1%) ke 1.105,65, dan Nasdaq turun 6,83 poin (0,3%) ke 2.169,18. [mre/cms]