inovasi portal berita
Jumat, 10 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,910.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Pasien Bangkit Setelah 23 Tahun Koma

Headline
Rom Houben - istimewa
Oleh: Donny Andhika
Rabu, 25 November 2009 | 08:08 WIB
TERKAIT
INILAH.COM, Jakarta- Seorang pria bangkit dari keadaan vegetatif selama 23 tahun. Ia sepenuhnya sadar namun tidak bisa menanggapi karena dia lumpuh.

Rom Houben (46) mangalami kecelakaan mobil pada tahun 1983 dan dokter mengira ia telah tenggelam ke dalam kondisi koma. Namun keluarganya mencari saran medis lebih lanjut.

Profesor Steven Laureys dari Kelompok Sains Belgia Coma menyadari bahwa ada kesalahan diagnosa. Mereka kemudian mengajarkan Houben cara berkomunikasi melalui keyboard khusus, kata Dr Audrey Vanhaudenhuyse, yang berada di tim Laureys.

Dokter Belgia yang mengobatinya sejak awal mengatakan bahwa Rom telah berubah dari koma ke dalam kondisi vegetatif.

Koma adalah keadaan tidak sadar di mana mata tertutup dan pasien tidak dapat dibangunkan, namun seolah hanya tertidur.

Sebuah keadaan vegetatif adalah suatu keadaan di mana mata terbuka dan dapat bergerak. Pasien telah melewati periode tidur dan terjaga, tetapi tetap sadar tanpa menyadari dirinya sendiri atau orang lain. Pasien tidak bisa berpikir, beralasan, menanggapi, melakukan apa saja dengan sengaja, bahkan mengunyah ataupun menelan.

Orangtua Rom tidak menerima kondisi yang mengatakan bahwa anaknya dalam keadaan koma atau vegetatif.

Pencarian lebih lanjut mempertemukannya dengan Laureys. Houben kemudian diletakkan di atas scan PET yang hasilnya menunjukkan ia sadar. Keluarga dan dokter kemudian mulai mencoba untuk membangun komunikasi.

Sebuah terobosan datang ketika ia mampu menjawab ya atau tidak, dengan sedikit gerakan kaki yang mendorong sebuah perangkat komputer yang ditempatkan oleh tim Laureys.

Kemudian ejaan kata-kata menggunakan jarinya datang dan sebuah layar sentuh dilekatkan pada kursi rodanya.

"Anda harus membayangkan diri anda berbaring di tempat tidur, ingin untuk berbicara dan bergerak tapi tidak bisa melakukannya, sementara di kepala tidak terjadi apa-apa," kata Vanhaudenhuyse. "Itu sangat sulit baginya dan ia menunjukkan banyak amarah. Semua itu normal karena ia sangat frustrasi," katanya.

Kasus ini terungkap setelah sebuah studi yang diterbitkan Laureys dalam jurnal BMC Neurology tahun ini. Studi tersebut menunjukkan bahwa sekitar empat dari sepuluh pasien dengan gangguan kesadaran, didiagnosis secara keliru dalam suatu keadaan vegetatif. Houben, meskipun tidak secara khusus disebutkan, adalah bagian dari studi tersebut.

Houben kini telah memulai penulisan buku tentang pengalamannya.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.