INILAH.COM, Jakarta - Harga konversi obligasi Bumi Reosurces terjadi di level Rp3.526 menjadi sentimen positif yang mendorong pergerakan saham BUMI di kisaran Rp2.000-4.000.
Hal itu dikatakan pengamat pasar modal Willy Sanjaya kepada INILAH.COM Rabu (25/11). "Harga konversi obligasi saham BUMI Rp3.526 sehingga akan cukup positif bagi saham BUMI sehingga pergerakkannya tidak akan jauh dari level itu diperkirakan di kisaran Rp2.000-4.000," katanya.
Obligasi konversi senilai US$300 juta diterbtikan Enercoal Resources Pte Ltf yang merupakan anak usaha Bumi Reosurces dan memiliki opsi penambahan US$50 juta sehingga menjadi US$350 juta. Obligasi konversi ini memilii jangka waktu 7 tahun dengan tajuh tempo pada 25 November 2016. Untuk imbal hasil atau yield sebesar 5,75% dengan kupon 5% dengan Credit Suisse sebagai sole bookrunner.
Willy menambahkan dengan fundamental BUMI yang memiliki kinerja cukup bagus maka tidak terlalu membebani keuangan perseroan. Apalagi kalau batubara sebagai produk andalannya dalam 7 tahun ke depan harganya cukup bagus maka tidak menjadi masalah serius. Hal inilah yang dilihat investor untuk melirik obligasi yang ditawarkan BUMI. "Mudah-mudahan harga batubara dalam jangka panjang bagus, pasar dari China juga banyak menyerap batubara sehingga cukup prospektif ke depan. Investor sangat memperhatikan siapa yang menerbitkan obligasi tersebut," katanya. [hid]