INILAH.COM, Jakarta - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) menegaskan sampai saat ini kontrak jual gas untuk pasokan domestik sudah mencapai 64,1% atau 16.555 TBTU (trillion british thermal unit), sementara kontrak ekspor 9,284 TBTU atau sekitar 35,9%.
Demikian dikatakan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Evita Legowo di Jakarta, Rabu (25/11). "Kontrak perjanjian jual beli gas sudah mengutamakan pasokan domestik ketimbang ekspor," katanya.
Evita melanjutkan, sampai saat ini pemerintah masih membutuhkan kontrak ekspor gas terutama untuk mendapatkan nilai keekonomian proyek.
Sebelumnya Menteri ESDM Darwin Z Saleh mengatakan dalam mengalokasikan gas, pemerintah senangtiasa mengutamakan kepentingan nasional. Namun, masih harus melihat keekonomian proyek. Lapangan gas yang besar bisa dialokasikan untuk domestik dan ekspor. Sementara untuk lapangan gas kecil bisa dialokasikan semuanya untuk kebutuhan domestik. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !