INILAH.COM, Jakarta - Terpilihnya Irjen Ito Sumardi menjadi Kabereskrim menggantikan Komjen Susno Duadji cukup mengejutkan dan menjadi kontroversi di kalangan kepolisian dan masyarakat.
Betapa tidak! Ito yang pernah menjadi Dirlantas Polda Metro Jaya ini dinilai tidak pas dan kurang berpengalaman dengan jabatan barunya yang sangat strategis. Ito yang juga teman satu angkatan dengan Susno di Akademik Kepolisian angkatan 1977 ini lebih banyak bertugas di bidang lalulintas dibandingkan reserse.
Selain itu Ito pernah terbelit masalah saat menjadi Kapolda Riau dan Sumatera Selatan. Ito pernah diperiksa Inspektorat Pengawasan Umum serta Divisi Profesi dan Pengamanan Polri pada 2008, karena diduga menjadi backing judi saat menjadi Kapolda Riau.
Akibatnya, Ito dicopot dari jabatan Kapolda Sumatera Selatan karena kasus saat ia menjadi Kapolda Riau.
"Ini yang aneh. Orang baru dicopot jadi Kapolda kok dinaikkan jadi Kabareskrim," ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, Rabu (25/11).
Naiknya Ito juga tidak menjadi cermin sistem kaderisasi di tubuh Polri, karena Ito dan Susno sama-sama satu angkatan. Harusnya yang jadi Kabareskrim adalah jenderal yang lebih muda. "Apa nggak ada jenderal lain di Mabes Polri. Masih banyak perwira tinggi yang muda dan berpengalaman di bidang reserse," ucap Neta.
Selain itu naiknya Koordinator Staf Ahli Kapolri ini menjadi Kabareskrim merupakan hasil kompromi Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri dengan Susno.
"Susno mau lengser menjadi Kabareskrim jika yang menggantikan adalah sahabatnya yang tidak lain adalah Ito. Dan Kapolri menyetujui hal itu," kata Neta.
Oleh karena naiknya Ito adalah hasil kompromi maka hampir dipastikan tidak banyak membawa pengaruh terhadap kinerja reserse Polri.
Susno dan Ito adalah teman akrab dan pernah pergi bertugas bersama di Bosnia tahun 1980-an saat Pak Harto menjadi Presiden.
Kendati dinilai kontroversial, pengangkatan Ito menjadi Kabareskrim dinilai oleh staf ahli Kapolri Bachtiar Aly sudah tepat.
Menurut dia, langkah Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri ini merupakan bentuk respon Polri atas arahan Presiden SBY. Presiden mengarahkan agar Kapolri membenahi institusi pimpinannya.
"Ini sudah diakomodir Kapolri. Sekarang bolanya ada di Pak Ito," ujar Guru Besar Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia ini.
Ito mengawali kariernya di Serang pada 1978. Ia pernah bertugas di Timor Timur [sekarang Timor Leste] pada 1979-1980. Sejumlah jabatan strategis juga dia lalui. Dia pernah menjabat sebagai Kapolres Karawang pada 1997-1998, lalu Kapolwiltabes Surabaya pada 2001-2003.
Ito termasuk polisi intelek. Karena sederet gelar akademik disandangnya. Mulai Sarjana Hukum (SH), MBA, Magester Hukum (MH), Master Manajemen (MM) hingga Doktor di bidang Hukum Pidana dari Universitas Padjajaran Bandung. Capaian akademik yang jarang dijumpai pada polisi lainnya.
Ketua DPR Marzuki Alie menilai, pergantian Susno Duadji dari posisi Kabareskrim digantikan Ito Sumardi, sebagai upaya meredam suasana yang memanas dalam beberapa waktu terakhir terkait isu soal Century dan kriminalsiasi KPK.
"Pergantian ini untuk meredam situasi, paling tidak di media," ujarnya.
Marzuki berharap, kalau memang ada yang terlibat dalam kasus Century maupun kriminalisasi KPK harus diproses secara hukum, siapapun dia.
Sementara Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung berharap kenaikan Ito Sumardi sebagai Kabareskrim menggantikan Susno Duadji dapat belajar dari masalah kisruh KPK versus Kepolisian. Harapan saya, Ito dapat belajar dari masalah ini, cetusnya ditemui di Gedung DPR, Rabu (25/11).
Pramono mengaku, Ito sejak awal salah satu polisi yang menjadi amatannya. Ito seorang polisi profesional yang memiliki jejak rekam panjang yang tak perlu diragukan keberadaannya. Ia pernah menjadi Kapolwil Surabaya, lulusan terbaik Lemhanas. Ito juga angkatan polisi 77 yang pertama kali menjadi bintang tiga. Saya kira tidak meragukan soal kredibilitasnya, cetus Sekjen DPP PDIP ini.
Sementara itu Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia (TII) Teten Masduki berharap Kabareskrim yang baru Ito Sumardi akan mempermudah pengusutan kasus Anggodo Widjojo dan dugaan makelar kasus yang selama ini berkembang dapat diusut tuntas.
Naiknya Ito Sumardi ini bersamaan dengan memutasi 24 perwira polisi lainnya. Kadiv Humas Irjen Nanan Soekarna menegaskan bahwa mutasi tubuh Polri sudah melalui Sidang Wanjakti dan tidak ada kompromi atau orang yang tidak pas untuk mengisi jabatan itu. [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !