INILAH.COM, Jakarta - Presiden SBY telah menyampaikan sikapnya terkait rekomendasi Tim 8. Namun, sikap SBY dinilai Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sebagai politik cari aman SBY.
"Pidato SBY Masih mengambang dan tidak merujuk pada sikap politik apa pun, DPP IMM melihat bahwa Pidato SBY tersebut tidak jelas dan tidak memberikan titik terang. Hal tersebut semakin menunjukkan sikapnya yang tidak tegas. Presiden SBY mencari aman dengan berlindung pada alasan bukan kewenangan presiden," ujar Ketua umum DPP IMM Rusli Halim Fadli dalam keterangan tertulis yang diterima INILAH.COM, Jakarta, Rabu (25/11).
Hal ini, sambungnya, membuat publik semakin bingung dan membuat orang bebas menafsirkan sendiri-sendiri sikap Presiden. Bahkan Presiden memanfaatkan perhatian masyarakat luas yang menunggu moment Senin malam itu untuk membangun citra, membebaskan pandangan masyarakat dari penilaian buruk pada pemerintahannya.
"Presiden sibuk menyikapi skandal Bank Century yang menjawab secara prematur tentang bergulirnya hak isu ini membuat Presiden cemas, sehingga perlu membangun opini publik lebih dahulu dengan melakukan kampanye bahwa isu aliran dana Century ke kantong kepentingan pilpres merupakan fitnah," katanya.
Karena itu, sikap Presiden SBY menanggapi rekomendasi Tim 8 disesalkan oleh DPP IMM. "Karena tidak ada langkah tegas terhadap Polri dan Kejaksaan. Sikap tersebut menunjukkan presiden tidak tegas dalam kasus Bibit-Chandra," paparnya.
IMM menilai, Polri dan Kejaksaan akan terlibat konflik kepentingan dalam kasus Bibit-Chandra. Karena itu DPP IMM meminta kepada Publik untuk tetap solid dan tidak terjebak pada politik pencitraan SBY. "Serta menuntut kepada Presiden SBY segera Menonaktifkan Sri Mulyani karena terindikasi terlibat dalam Skandal bank Century," pungkasnya. [mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !