INILAH.COM, Jakarta - Guru Besar Universitas Indonesia (UI), Prof Iberamsjah berharap Alex Noerdin dan Joko Widodo bersikap ksatria untuk melepaskan jabatannya sebagai Gubernur Sumatera Selatan dan Walikota Solo, jika keduanya kalah di Pemilukada DKI Jakarta.
Iberamsjah melihat majunya dua kepala daerah aktif dalam Pemilukada DKI Jakarta tahun ini cukup kontroversial. Dia menilai keduanya bisa dianggap telah mencederai kepercayaan warga di Sumatera Selatan dan Solo, dengan tidak menyelesaikan masa jabatannya terlebih dahulu sebagai kepala daerah.
Untuk itu Iberamsjah berharap jika keduanya berambisi maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta, maka keduanya harus berbesar hati dan rela mundur dari jabatan sebagai kepala daerah, jika gagal di DKI Jakarta. "Maju sebagai calon Gubernur saja sudah gak 'elok' karena mencederai kepercayaan warga disana, maka jika tidak terpilih mereka malu diri dan harus mundur sebagai kepala daerah," kata Prof Iberamsjah kepada INILAH.COM, Senin (30/4/2012).
Meski tidak ada peraturan yang melarang seorang kepala daerah ikut serta dalam pemilihan kepala daerah di wilayah lain, namun menurut Iberamsjah, sebagai seorang pemimpin, Alex Noerdin dan Jokowi dapat bersikap satria dan seharusnya malu telah mencederai kepercayaan masyarakat Palembang dan Solo. "Jadi untuk apa tetap menjabat sebagai gubernur dan walikota," ungkapnya.
Tidak hanya pada sosok Alex dan Jokowi, menurut Iberamsjah, partai politik yang mengusung kedua kandidat bakal calon Gubernur ini pun dinilai melanggar sumpah jabatan yang dilakukan keduanya. "Masih banyak kader-kader lain yang pantas diangkat, tapi kenapa Parpol memilih kedua kandidat yang saat ini masih aktif menjabat kepala daerah, ini sudah tak benar," jelasnya.
Menurutnya, Jokowi selaku walikota Solo berhasil memimpin Solo, begitu halnya Alex Noerdin yang berhasil di Sumatera Selatan. Seharusnya mereka bisa menolak pencalonan dari Parpol. "Seharusnya mereka tidak dicalonkan sebagai gubernur DKI Jakarta, yang mana belum tentu mereka berhasil memimpin seperti di daerahnya, apalagi Jakarta merupakan daerah yang syarat akan masalah," tandasnya.
Seperti diketahui, pencalonan Alex Noerdin dan Jokowi yang saat ini statusnya masih aktif sebagai Gubernur Sumatera Selatan dan Walikota Solo dalam Pemilukada DKI Jakarta, menuai pro dan kontra. Keduanya dinilai telah mencedrai sumpah jabatan dimana sanggup memimpin wilayahnya selama lima tahun masa jabatan.[bay]