INILAH.COM, Jakarta - Pergerakkan IHSG
pada sesi I perdagangan Rabu (25/11) ditutup turun 6,79 poin (0,27%) di level 2.465.09 seiring dengan bursa regional yang negatif. Hal itu dikatakan analis saham Ciptadana Securities Syaiful Adrian kepada
INILAH.COM Rabu (25/11). "IHSG ditopang saham-saham batubara karena harga batubara naik melewati US$ 80 per matrik ton sehingga sempat menahan pelemahan indeks lebih cepat," katanya.
Saat bertahan di zona positif, semua saham pertambangan berbasis batubara mengalami kenaikan kecuali saham Bumi Reosurces yang justru mengalami tekanan jual. Bumi Resources (BUMI) turun Rp100 ke Rp2.525. Dengan demikian diperkirakan pergerakan indeks pada sesi II lebih banyak tertekan karena bursa regional juga sudah berada di zona negatif. Apalagi saat ini tidak ada sentimen positif yang masuk ke bursa.
Volume perdagangan mencapai 2,3 miliar unit saham senilai Rp1,5 miliar dengan 43 saham naik, 93 saham turun serta 67 saham stagnan. Untuk LQ45

turun 1,4 poin ke 486,61 dan Jakarta Islamic Index (JII)

turun 0,5 poin ke 409,19.
Untuk saham-saham yang naik antara lain Bayan Resources (BYAN) naik Rp200 ke Rp5.600, Telekomunikasi Indonesia (TLKM) naik Rp150 ke Rp9.150, PP London Sumatera (LSIP) naik Rp150 ke Rp8.150, Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp100 ke Rp11.550.
Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp200 ke Rp16.100, Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp50 ke Rp11.500, PP LOndon Sumatera (LSIP) naik Rp50 ke Rp8.050, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp50 ke Rp 7.650, Bank Central Asia (BBCA) naik Rp50 ke Rp4.700.
Sedangkan untuk saham-saham yang turun antara lain Semen Gresik (SMGR) turun Rp200 ke Rp7.200, Indocement Tunggal Prakasa (INTP) turun Rp150 ke Rp11.600, Bumi Resources (BUMI) turun Rp100 ke Rp2.525, Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) turun Rp100 ke Rp6.100, Gudang Garam (GGRM) turun Rp100 ke Rp16.900, Astra International (ASII) turun Rp100 ke Rp33.250. [hid/cms]