inovasi portal berita
Jumat, 10 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,910.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Mandiri Raih Fasilitas 'Trade Finance' ADB

Headline
inilah.com/Dokumen
Oleh: Ahmad Munjin
Rabu, 25 November 2009 | 12:40 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Bank Mandiri menandatangani mendapat fasilitas trade finance dengan Asian Development Bank (ADB) melalui skema Trade Finance Facilities Program (TFFP).

Hal itu dikatakan Direktur Treasury dan International Banking Bank Mandiri, Thomas Arifin, di Jakarta, Rabu (25/11). Keterlibatan ADB sebagai AAA counterparty risk partner sangat penting untuk memberikan kenyamanan bagi bank counterparty serta mengurangi kekhawatiran tidak terbayarnya L/C nasabah, ujarnya.

Skema tersebut merupakan program ADB untuk memfasilitasi transaksi perdagangan (ekspor impor) berbasis Letter of Credit (L/C) di negara-negara berkembang Asia. Tujuan program ini adalah untuk mendorong tingkat perdagangan di negara berkembang Asia, khususnya di negara-negara yang selama ini dinilai memiliki country risk yang tinggi.

Thomas Arifin, mengatakan, dengan menjadi participant bank dalam TFFP ini, Bank Mandiri akan memiliki kemudahan akses untuk meningkatkan trade finance credit lines serta meningkatkan volume trade Bank Mandiri dan membuka peluang bisnis baru khususnya ke negara-negara yang selama ini volume perdagangan dengan Indonesia masih cukup rendah.

Bank Mandiri dapat bertindak baik sebagai issuing bank maupun sebagai confirming bank bagi transaksi ekspor impor nasabah dengan menjadi participating bank dalam TFFP.

Sebagai confirming bank, Bank Mandiri akan diberikan jaminan oleh ADB terhadap L/C yang diterbitkan oleh Issuing Bank. Karena itu, Bank Mandiri akan mendapatkan confirmation guarantee dari ADB atas L/C yang diterbitkan.

Menurut data Departemen Perdagangan Indonesia, sampai dengan bulan Agustus 2009, transaksi perdagangan Indonesia ke negara-negara Asia cukup mendominasi.

Khusus untuk kawasan Asia Tenggara, total volume ekspor dan impor Indonesia adalah US$ 24 miliar, atau 22% dari total nilai perdagangan Indonesia. Sedangkan untuk kawasan Asia Pasifik lainnya sebesar US$51 miliar.

Hingga September 2009, berdasarkan data SWIFT Watch, jumlah transaksi L/C ekspor impor melalui Bank Mandiri adalah sebesar 20.300 transaksi dari total 109 ribu transaksi L/C nasional. Dengan memanfaatkan fasilitas ini, Bank Mandiri diharapkan dapat meningkatkan volume bisnis transaksi ekspor impornya, dan dapat membantu nasabah, khususnya yang memiliki komoditas dagang yang potensial, serta mendorong peningkatan perdagangan nasional, papar Thomas. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.