INILAH.COM, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau memerah, tertekan lesunya pergerakan bursa saham Asia. Saham BUMI masih mendominasi penurunan bursa dengan kontribusi 21,4%. Pada perdagangan Rabu (25/11) sesi siang, IHSG

melemah tipis 6,795 poin (0,27%) ke level 2.465,089 dan indeks saham unggulan LQ 45

turun 1,44 poin (0,29%) ke level 486,607. Volume transaksi tercatat 2,575 miliar lembar saham, senilai Rp 1,987 triliun, dengan frekuensi 49.017 kali. Sebanyak 43 saham naik, 93 turun dan 67 stagnan.
Hampir semua sektor melemah, kecuali infrastruktur yang berhasil menghijau. Sektor industri dasar memimpin penurunan dengan anjlok 1,13%, disusul properti yang turun 0,9%, dan tambang 0,8%. Kemudian sektor manufaktur, aneka industri dan perkebunan yang melemah 0,5%, finansial 0,3% dan perdagangan 0,2%.
PT Bumi Resources (
BUMI) mendominasi perdagangan, dengan nilai transaksi sebesar Rp425 miliar, atau 21,4% dari total transaksi siang ini. Adapun BUMI ditutup turun Rp 100 (3,8%) menjadi Rp 2.525.
Di bursa regional, indeks Hang Seng berada di posisi 22.381,91 atau melemah 41,23 poin (0,18%), Nikkei 225 naik 6,59 poin (0,07%) ke posisi 9.408,17, dan Straits Times menguat 2,81 poin (0,1%) menjadi 2.782,79.
Alfiansyah, analis dari PT Sinarmas Sekuritas memperkirakan, pergerakan indeks hingga penutupan masih berpeluang menguat, seiring mixednya bursa Asia Pasifik. IHSG akan mengarah ke level
resistance 2.488 dan 2.468 sebagai level
support-nya, katanya kepada
INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (25/11).
Menurutnya, indeks regional akan bergerak menguat, seiring respons positif terhadap kebijakan moneter beberapa negara yang masih mempertahankan suku bunga acuan bank sentralnya. Semua itu menjadi positif bagi investasi, sehingga bursa regional berpengaruh secara positif satu sama lain.
Apalagi, jika menjelang penutupan sore nanti, bursa Eropa bergerak positif. Hal ini akan menambah sentimen dan memberikan kesinambungan positifnya pergerakan indeks, paparnya.
IHSG mendapat topangan dari nilai tukar rupiah yang stabil di level 9.450 dari sebelumnya melemah ke 9.550 per dolar AS. Selain itu juga ada sentimen positif dari kepastian hukum kisruh KPK-Polri-Kejaksaan-Bank Century.
Dengan terjaganya dua faktor ini, IHSG hingga penutupan akan tetap berada di area positif meski harga komoditas minyak saat ini sedang rentan terhadap aksi ambil untung, imbuhnya.
Alfiansyah mengatakan, jika kepastian hukum ditegakkan, potensi masuknya investor asing akan sangat terbuka. Keputusan presiden sudah memberikan sinyal langkah kepastian hukum.
Apalagi, Komisaris Jenderal Susno Duadji, akhirnya dicopot dari jabatannya sebagai Kabareskrim Polri, diganti Irjen Pol Ito Sumardi. Ini akan menjadi sentimen positif bagi pasar, tambahnya.
Alfiansyah menyarankan agar pelaku pasar mencermati saham-saham yang hingga akhir tahun ini fundamentalnya semakin solid, sehingga memberikan prospek positif di 2010 mendatang. Cermati juga kebijakan dari masing-masing emiten yang akan melakukan terobosan untuk bisa mengembangkan bisnisnya ke depan, tuturnya.
Sektor perkebunan dan pertambangan potensial menjadi penggerak indeks hari ini. Sektor pertambangan dipicu oleh harga batubara yang berada dalam tren penguatan, meski saat ini masih stabil di level US$76-78 per metrik ton.
Sementara itu, sektor perkebunan terkait dengan kenaikan harga
Crude Palm Oil (CPO)dalam beberapa hari terakhir di bursa derivatif Malaysia ke level RM2.455 per ton akibat berlanjutnya permintaan yang tinggi dari India dan China. Ini menjadi sentimen positif dari kedua sektor tersebut bagi indeks, ungkapnya.
Beberapa saham pilihannya adalah PT Astra Agro Lestari (
AALI), PT London Sumatera (
LSIP), PT Bakrie Sumatera (
UNSP), PT Adaro Energy (
ADRO), PT Indo Tambangraya Megah (
ITMG), dan PT Bukit Asam (
PTBA). Untuk jangka panjang saya rekomendasikan
buy, tapi jangka pendek bisa di-
trading-kan untuk saham-saham tersebut, pungkasnya.
DI sisi lain, Reliance Securities memprediksi IHSG hari ini akan turun. Melemahnya Nikkei dan penurunan harga minyak menjadi sentimen negatif bagi pergerakan IHSG. Nikkei terkoreksi, akibat melemahnya dolar AS terhadap yen.
Menurutnya, investor saat ini masih resah terhadap kondisi perbaikan ekonomi terutama mengenai pengangguran di AS. Investor di luar negeri lebih memilih menempatkan dananya ke instrumen yang memiliki risiko rendah seperti obligasi pemerintah AS dan yen.
Koreksi IHSG juga didukung secara teknikal, dimana Williams %R keluar dari area
overbought. Ini menunjukkan IHSG akan mengalami pelemahan hingga penutupan hari ini. Kendati demikian, penurunan ini masih terjadi dalam taraf wajar, mengingat MACD dalam jangka pendek mengindikasikan pelemahan. [ast/mdr]