INILAH.COM, Manila Kepolisian Filipina menetapkan seorang walikota negara tersebut sebagai tersangka pembantaian massal yang menewaskan 46 orang.
Menurut lapora awal, semua yang diculik dan terbunuh pada Selasa (24/11), dicegat oleh kelompok yang dipimpin Walikota Datu Unsay, Andal Ampatuan Jr, ujar Kepala Kepolisian Leonardo Espina, seperti dikutip Al Jazeera, Rabu (25/11).
Ayah Andal yang bernama sama, adalah gubernur provinsi yang merupakan sekutu politik Presiden Gloria Macapagal Arroyo. Sang presiden sendiri telah berkomitmen untuk mencari siapapun pelakunya dan menegakkan keadilan.
Kami masih terus melakukan penyelidikan atas insiden ini, sebelum mengeluarkan perintah pengadilan secara resmi untuk menahan tersangka. Takkan ada kekebalan hukum dalam kasus ini, lanjut Espina.
Jumlah korban yang besar menjadikan insiden itu sebagai pembantaian bermotif politik terbesar di Filipina. Diduga 20 di antaranya adalah jurnalis, sehingga membuat berang berbagai asosiasi jurnalis internasional yang menyebutnya pembantaian jurnalis terbesar sepanjang masa. [vin]