inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Soal Judi, Ito Ngaku Sudah Clear

Headline
Ito Sumardi
Oleh: Mevi Linawati
Rabu, 25 November 2009 | 13:37 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Terpilihnya Irjen Pol Ito Sumardi Djunisanyoto menjadi Kabareskrim sempat mengagetkan banyak pihak, karena pernah tersangkut judi. Namun itu dibantahnya dengan menanggap sudah clear.

Ia mengatakan, tudingan dirinya membekingi para penjudi di Riau tidak lah benar. Apalagi ketika dirinya menjabat sebagai Kapolda. Selain itu, para penjudi tersebut bebas murni. Dijelaskan Ito, Kapolri juga sudah menyampaikan hal tersebut.

"Bahwa apa yang dituduhkan diisukan sama sekali itu tidak benar. Jadi kalau saya kan bicara seusai fakta. Bicara hukum ya berdasarkan fakta. Dan yang jelas yang diisukan sama sekali tidak benar," katanya di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Rabu (25/11).

Ia menyatakan, jabatan yang diapatnya kali ini, merupakan promosi. Dan posisinya lebih tinggi dari jabatan Kapolda. "Apapun yang menjadi kebijakan pimpinan itu, menjadi salah satu yang harus kita lakukan," ujar Ito.

Ito pernah menjabat Kapolda Riau pada Desember 2005 sampai akhir 2006. Kemudian ia berpindah menjadi Kapolda Sumsel, hingga Januari 2009. Untuk selanjutnya menjadi Koordinator Staf Ahli Kapolri.

Di tengah perjalanan karirnya yang relatif moncer, Ito pernah tersandung isu tidak sedap. Saat menjabat Kapolda Riau, pria yang dikenal kalem ini terseret dalam isu kasus judi. Dia sempat dituding menjadi beking judi.

Bahkan saat kasus ini mencuat, karena nyanyian seorang bandar judi yang tertangkap Polda Riau saat dipimpin Irjen Pol Hadiatmoko, pada Desember 2008, Mabes Polri saat itu sampai turun tangan melakukan pemeriksaan.

Berdasarkan keterangan Irwasum Komjen Pol Yusuf Manggabarani, telah dilakukan pemeriksaan 6 jenderal yang terdiri dari 3 Kapolda dan 3 wakapolda. "Nama-namanya yang berhak lebih berkepentingan kami, bukan kalian. Ada 3 Kapolda dan 3 Wakapolda yang dulunya masih berpangkat komisaris besar," jelas Jusuf saat ditemui di Mabes Polri pada 1 Desember 2008. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.