INILAH.COM, Jakarta - Kegiatan pelayanan nasabah di kantor Cabang Bank Mutiara (Bank Century) di Gedung Sentral Senayan II tidak terlalu ramai, nasabah yang datang rata-rata berselang 10 menit.
Dari pantauan INILAH.COM, warna merah masih dominan sebagai ciri khas ketika masih bernama Bank Century. Logo bank yang saat ini di bawah LPS ini pun sekilas tidak jauh berbeda seperti sebuah lingkaran. Di ruang tunggu nasabah tidak terlalu ramai menunggu giliran pelayanan.
Dari pantauan sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 14.00 rata-rata nasabah datang berselang 10 menit. Petugas keamanan pun tidak harus bekerja keras mengatur antrian nasabah. Penataan ruangannya masih seperti saat bernama Bank Century. Meja petugas bank membentuk setengah lingkaran dan bangku nasabah untuk menunggu berada di tengah.
Sedangkan di mesin ATM, frekuensi kedatangan nasabah lumayan banyak. Walaupun tidak sampai menunggu berpuluh-puluh menit, ATM Bank Mutiara cukup ramai digunakan untuk transaksi. Dari ID yang digunakan mereka berasal dari perkantoran di sekitar gedung tersebut.
Salah seorang nasabah bernama Anton mengakui bank tempat menyimpan dananya sekarang sedang menjadi perhatian publik. Pria paruh baya ini mengaku hanya nasabah kecil dengan dana tabungan di bawah Rp100 juta sehingga tidak terlalu risau dengan pemberitaan di media massa. "Saya sih mengikuti perkembangan rencana hak angket untuk Bank Century di DPR. Saya masih mengikuti perkembangannya bagaimana ke depan," katanya.
Anton menjadi nasabah bank itu sudah hitungan tahun sebelum diambilalih pemerintah dan masih bernama Bank Century. Dia mengaku tidak sampai membeli produk Antaboga Sekuritas seperti kebanyakan nasabah Century saat itu. Mungkin karena dananya terlalu kecil sehingga tidak ditawari petugas Bank Century. "Saya dari dulu hanya punya tabungan saja," katanya. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !