INILAH,COM, Oelamasi - Program pemerintah membantu masyarakat melalui bantuan Beras Miskin (Raskin) yang didistribusikan disetiap desa /kelurahan pada triwulan pertama tahun 2012 ternyata tidak semuanya berjalan mulus.
Seperti yang terjadi di Desa Oeniko, Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang yakni hingga kini warga di desa tersebut belum mendapat pembagian beras jata tersebut.
Levanus Letfa, salah seorang warga RT 08, RW 04 Desa Oeniko yang ditemui wartawan media ini, Jumat (11/5) mengaku kecewa dengan keterlambatan pendistribusi program raskin tersebut. "Pada hal para warga sudah menyetor uang ke pihak pemerintah desa setempat dari dua bulan lalu, namun hingga kini warga di Desa Oeniko belum menerima beras," keluhnya.
Levanus menjelaskan, warga desa setempat didesak agar segera menyetor uang beras sehingga sejunlah warga terpaksa menjual ayamnya untuk bisa menyetor uang ke pihak pemerintah desa agar bisa mendapat beras raskin lebih cepat, namun hingga kini beras tersebut juga belum disalurkan kepada masyarakat.
"Pada hal masyarakat didesak setor uang dengan alasan perintah camat setempat agar bisa cepat setor, tetapi setelah uang disetor, beras tak kunjung tiba. Masyarakat miskin di desa mengeluh karena penyaluran beras miskin sering terlambat," ujaranya.
Levanus mengakui, stock makan masih bisa bertahan empat bulan kedepan karena hasil panen jagung warga setempat bebepara bulan lalu masih cukup tersedia, tetapi tentunya warga tidak harus setiap hari mengkonsumsi jagung dan paling tidak harus diselingi dengan nasi. Dikatakan, uang yang harus disetor oleh masyarakat sebesar Rp 80 ribu untuk mendapat jata beras 50 Kg, namun kenyataan hingga kini beras belum turun.
Dia mengakui, program pemerintah ini sudah sangat membantu masyarakat, karena warga sudah bisa memperoleh beras dengan harga murah, walaupun rela menjual ayam atau hasil pertanian lainnya untuk bisa menyetor uang, sayangnya setelah disetor beras tidak disalurkan. "Untuk itu pihaknya berharap pemerintah desa bisa cepat memproses beras raskin tersebut dan jangan hanya sibuk dengan urusan lain, karena masyarakat miskin berharapan mendapat bantuan beras tetapi dalam prosesnya dibuat lambat, sehingga masyarakt makin merana," katanya.[dit]