Minggu, 27 Mei 2012 | 12:34 WIB
Follow Us: Facebook twitter
PLN Butuh Dana Rp2 ribu T Hingga 2027
Headline
inilah.com /Wirasatria
Oleh: Makarius Paru
web - Rabu, 25 November 2009 | 14:24 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Untuk menyeimbangkan kebutuhan listrik masyarakat dengan penyediaan pembangkit, sampai 2027 PLN membutuhkan dana investasi sekitar 2 ribu triliun.

Hal itu dikatakan Direktur Bina Perencanaan Program, Direktorat LPE, Departemen ESDM, Eny Perdanahari di Jakarta Rabu (25/11). "Tiap tahunnya kebutuhan listrik masyarakat diperkirakan mencapai 5 ribu MW, sampai 2027 total kebutuhan listrik Indonesia capai 141 ribu MW. Sementara dana investasi per tahunnya mencapai Rp100 triliun,sehingga sampai 2027 PLN membutuhkan dana investasi sekitar Rp 2 ribu triliun," katanya.

Adapun rincian kebutuhan dana investasi tersebut antara lain untuk infrastruktur pembangkit, Jaringan transmisi dan gardu induk, dan Jaringan distribusi. Investasi untuk daerah distribusi Jamali, untuk penambahan pembangkit dan infrastruktur lainnya membutuhkan dana US$171.557 juta, Luar Jamali dibutuhkan total dana investasi US$37.149 juta.

Eny menambahkan asumsi kebutuhan listrik 5 ribu MW per tahun diambil dengan asumsi-asumsi, pertumbuhan ekonomi rata-rata 6,1%, pertumbuhan penduduk 1,3%. Artinya program listrik 10 ribu MW tahap pertama dan kedua masih belum cukup mengatasi demand masyarakat yang terus tumbuh. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.