INILAH.COM, Jakarta - Untuk menyeimbangkan kebutuhan listrik masyarakat dengan penyediaan pembangkit, sampai 2027 PLN membutuhkan dana investasi sekitar 2 ribu triliun.
Hal itu dikatakan Direktur Bina Perencanaan Program, Direktorat LPE, Departemen ESDM, Eny Perdanahari di Jakarta Rabu (25/11). "Tiap tahunnya kebutuhan listrik masyarakat diperkirakan mencapai 5 ribu MW, sampai 2027 total kebutuhan listrik Indonesia capai 141 ribu MW. Sementara dana investasi per tahunnya mencapai Rp100 triliun,sehingga sampai 2027 PLN membutuhkan dana investasi sekitar Rp 2 ribu triliun," katanya.
Adapun rincian kebutuhan dana investasi tersebut antara lain untuk infrastruktur pembangkit, Jaringan transmisi dan gardu induk, dan Jaringan distribusi. Investasi untuk daerah distribusi Jamali, untuk penambahan pembangkit dan infrastruktur lainnya membutuhkan dana US$171.557 juta, Luar Jamali dibutuhkan total dana investasi US$37.149 juta.
Eny menambahkan asumsi kebutuhan listrik 5 ribu MW per tahun diambil dengan asumsi-asumsi, pertumbuhan ekonomi rata-rata 6,1%, pertumbuhan penduduk 1,3%. Artinya program listrik 10 ribu MW tahap pertama dan kedua masih belum cukup mengatasi demand masyarakat yang terus tumbuh. [hid]